Chen Qianyu

Chen Qianyu

Fisik Guard Pedang
Kelangkaan★★★★★
Atribut utamaAGI
Tipe senjataPedang
CV(Inggris) Rebecca Hanssen
CV(Jepang) Suzushiro Sayumi
CV(Korea) Jeong Hae-eun
CV(Mandarin) MAO

Tag pertempuran

LiftStagger

Sifat

Keilmuan: Perpaduan Segala Jurus
Setiap sekolah bela diri punya keunggulan masing-masing. Dia menggabungkan semuanya dan menciptakan keunggulannya sendiri. Sebelum dia memamerkannya, tak seorang pun tahu bahwa satu tahap serangan saja ternyata bisa berisi empat langkah sekaligus.
Daya Paham: Kelebat Ilmu
“Lihat sekali saja, dia langsung bisa menguasainya.”—Omong-omong, ini sama sekali tak melebih-lebihkan.
Amal: Membela Keadilan
Selalu mengutamakan kepentingan orang lain. Memang begitulah jiwa kesatria sejati.
Budaya: Bisa karena Biasa
Jangan ganggu dia saat dia sedang mendaras kutipan dari Biografi Suhu Bela Diri dari Yan Besar, kegiatan yang jarang dilakukannya. Kalau tidak, siap-siap saja melihatnya mendaras Panduan Tinju Wing Chun si Alis Merah lagi.

Pertumbuhan atribut

Lv. Terobosan STR AGI WIS WIL HP maks ATK DEF Rate CRIT Kec. ATK
1 0 10.820.68.99.75003005.0%1
2 0 11.922.39.710.65563305.0%1
3 0 12.924.010.611.66123605.0%1
4 0 14.025.711.512.56683905.0%1
5 0 15.127.412.313.57244205.0%1
6 0 16.229.113.214.47814505.0%1
7 0 17.230.814.015.48374805.0%1
8 0 18.332.514.916.38935105.0%1
9 0 19.434.215.817.39495405.0%1
10 0 20.535.916.618.210055705.0%1
11 0 21.537.617.519.210616005.0%1
12 0 22.639.318.420.111176305.0%1
13 0 23.741.019.221.011736605.0%1
14 0 24.842.720.122.012306905.0%1
15 0 25.944.421.022.912867205.0%1
16 0 26.946.021.823.913427505.0%1
17 0 28.047.722.724.813987805.0%1
18 0 29.149.423.625.814548105.0%1
19 0 30.251.124.426.715108405.0%1
20 0 31.252.825.327.715668705.0%1
21 1 32.354.526.128.616229005.0%1
22 1 33.456.227.029.616799305.0%1
23 1 34.557.927.930.517359605.0%1
24 1 35.659.628.731.517919905.0%1
25 1 36.661.329.632.4184710205.0%1
26 1 37.763.030.533.3190310505.0%1
27 1 38.864.731.334.3195910805.0%1
28 1 39.966.432.235.2201511105.0%1
29 1 40.968.133.136.2207111405.0%1
30 1 42.069.833.937.1212811705.0%1
31 1 43.171.534.838.1218412005.0%1
32 1 44.273.235.639.0224012305.0%1
33 1 45.274.936.540.0229612605.0%1
34 1 46.376.637.440.9235212905.0%1
35 1 47.478.338.241.9240813205.0%1
36 1 48.580.039.142.8246413505.0%1
37 1 49.681.740.043.8252013805.0%1
38 1 50.683.440.844.7257714105.0%1
39 1 51.785.141.745.7263314405.0%1
40 1 52.886.842.646.6268914705.0%1
41 2 53.988.543.447.5274515005.0%1
42 2 54.990.244.348.5280115305.0%1
43 2 56.091.945.149.4285715605.0%1
44 2 57.193.646.050.4291315905.0%1
45 2 58.295.346.951.3296916205.0%1
46 2 59.397.047.752.3302616505.0%1
47 2 60.398.748.653.2308216805.0%1
48 2 61.4100.449.554.2313817105.0%1
49 2 62.5102.150.355.1319417405.0%1
50 2 63.6103.851.256.1325017705.0%1
51 2 64.6105.552.157.0330618005.0%1
52 2 65.7107.252.958.0336218305.0%1
53 2 66.8108.953.858.9341818605.0%1
54 2 67.9110.654.759.8347418905.0%1
55 2 68.9112.355.560.8353119205.0%1
56 2 70.0114.056.461.7358719505.0%1
57 2 71.1115.757.262.7364319805.0%1
58 2 72.2117.458.163.6369920105.0%1
59 2 73.3119.159.064.6375520405.0%1
60 2 74.3120.859.865.5381120705.0%1
61 3 75.4122.560.766.5386721005.0%1
62 3 76.5124.261.667.4392321305.0%1
63 3 77.6125.962.468.4398021605.0%1
64 3 78.6127.663.369.3403621905.0%1
65 3 79.7129.364.270.3409222205.0%1
66 3 80.8131.065.071.2414822505.0%1
67 3 81.9132.765.972.1420422805.0%1
68 3 83.0134.466.773.1426023105.0%1
69 3 84.0136.167.674.0431623405.0%1
70 3 85.1137.868.575.0437223705.0%1
71 3 86.2139.569.375.9442924005.0%1
72 3 87.3141.270.276.9448524305.0%1
73 3 88.3142.971.177.8454124605.0%1
74 3 89.4144.671.978.8459724905.0%1
75 3 90.5146.372.879.7465325205.0%1
76 3 91.6148.073.780.7470925505.0%1
77 3 92.6149.774.581.6476525805.0%1
78 3 93.7151.475.482.6482126105.0%1
79 3 94.8153.176.283.5487826405.0%1
80 3 95.9154.877.184.5493426705.0%1
81 4 97.0156.578.085.4499027005.0%1
82 4 98.0158.278.886.3504627305.0%1
83 4 99.1159.979.787.3510227605.0%1
84 4 100.2161.680.688.2515827905.0%1
85 4 101.3163.381.489.2521428205.0%1
86 4 102.3165.082.390.1527028505.0%1
87 4 103.4166.783.291.1532728805.0%1
88 4 104.5168.484.092.0538329105.0%1
89 4 105.6170.184.993.0543929405.0%1
90 4 106.7171.885.893.9549529705.0%1

Terobosan

Perlengkapan I
Aktifkan agar operator bisa dipasangi gear berkualitas biru
T-Cred ×1,600 T-Cred ★★★★ Disingkat TC. Mata uang ini diakui dan digunakan di banyak tempat.
Perlengkapan II
Aktifkan agar operator bisa dipasangi gear berkualitas ungu
T-Cred ×6,500 T-Cred ★★★★ Disingkat TC. Mata uang ini diakui dan digunakan di banyak tempat.
Perlengkapan III
Aktifkan agar operator bisa dipasangi gear berkualitas emas
T-Cred ×18,000 T-Cred ★★★★ Disingkat TC. Mata uang ini diakui dan digunakan di banyak tempat.

File operator

INFO DASAR
NAMA SANDI: Chen Qianyu
GENDER: Perempuan
AUTENTIKASI: Endfield Industries
TANGGAL LAHIR: 18 Agustus
RAS: Lung
[STATUS INFEKSI ORIPATI]
Negatif Oripati, berdasarkan laporan pemeriksaan medis.

[PEMERIKSAAN FISIK TERPADU]
KEKUATAN FISIOLOGIS: Sangat Baik
KEMAMPUAN TEMPUR: Sangat Baik
KECERDASAN TAKTIS: Standar
ASIMILASI ORIGINIUM ARTS: Standar
RINGKASAN SUMBER DAYA MANUSIA
Operator Chen Qianyu berasal dari Kota Hongshan, dan dulu dia bekerja di Distrik Pengembangan Sains Wuling. Lalu, Pengawas Perlica merekrutnya lewat jalur pribadi untuk bekerja di Endfield Industries. Kini dia menjadi anggota penting dalam Tim Krisis. Dengan kemampuan dan kelincahannya yang luar biasa, Operator Chen Qianyu menjadi anggota Tim yang tak tergantikan.

Para kandidat yang ingin bergabung dengan Endfield menunjukkan kemampuan literasi yang beragam saat diminta menjelaskan motivasi mereka. Tapi, Divisi SDM belum menetapkan standar yang mapan untuk mengulas bagian [Motivasi Pribadi]. Kalau kandidat mengisi bagian ini dengan bahasa yang singkat dan/atau tanpa basa-basi, aku akan meminta operator itu untuk menulis ulang motivasinya dengan gaya bahasa yang nyaman baginya. Tapi, meski sudah diberi waktu lima hari standar untuk mengisi bagian ini, Operator Chen Qianyu tetap hanya menulis: “Pokoknya, aku ingin bergabung. Ini sudah takdirku.” Sewaktu membacanya, aku langsung sadar bahwa standar penilaian kami saat ini perlu dievaluasi dan kerangka kerja kami juga perlu disusun ulang. Saat itu aku memikirkannya sambil mengamati dua bilah pedang yang diletakkan Operator Chen Qianyu di atas mejaku (katanya, dia meletakkannya di situ bukan untuk mengancamku).
Pikiran dan perasaan Operator Chen Qianyu tidak sesantai kelihatannya. Setelah mempertimbangkan pengalamannya yang relatif banyak, jelas sekali bahwa deskripsi motivasi pribadinya yang sangat singkat dan tegas itu sudah direnungkannya matang-matang.
Selain itu, aku juga sadar bahwa perekrutan Operator Chen Qianyu sudah disetujui secara spesifik oleh Pengawas Perlica. Dari informasi yang kubaca, beberapa tahun belakangan emosi Pengawas kita ini cukup fluktuatif. Operator Chen Qianyu berhasil menyelesaikan banyak potensi masalah dengan menghadirkan stabilitas dan dukungan yang amat dibutuhkan.
Yang terpenting, sepertinya aku mengabaikan fakta bahwa pernyataan sederhananya: “Pokoknya, aku ingin bergabung. Ini sudah takdirku.” sebenarnya sejalan dengan logika yang terkandung dalam tujuan strategis Endfield. Intinya, kata-katanya itu bisa dibilang merupakan interpretasi lain dari pendekatan “Bersatu dalam Tuju” dalam kemitraan yang dianut oleh Endministrator kita, yang juga kucantumkan dalam catatanku. Sepertinya kini kita punya penjelasan yang memuaskan bagi semua pihak yang terlibat dalam ulasan ini.
— Martin Marvin Malen, Asisten, Divisi SDM, Endfield Industries
FILE 1
Hasil pemeriksaan latar belakang Operator Chen Qianyu tidaklah rumit. Seperti penampilannya, kehidupan Operator Chen Qianyu konsisten, sederhana, dan apa adanya.
Dia tumbuh di Kawah Hongshan dan belajar ilmu pedang di Balai Tanjian. Sebelum bergabung dengan Endfield, dia sudah magang di berbagai organisasi dan bekerja untuk berbagai klien pribadi. Karenanya, meski masih muda, Operator Chen sudah mengantongi bertahun-tahun pengalaman tempur solo. Dengan sedikit penyesuaian diri, kini dia pun terbiasa dengan gaya bertempur bersama tim.
Masa kecil Chen Qianyu tidak seperti kebanyakan muda-mudi lain yang kehilangan orang tua mereka dalam operasi-operasi rintisan di wilayah Talos-II yang ganas dan penuh bencana. Chen Qianyu tumbuh di tengah sebuah keluarga yang hangat dan bahagia. Masa kecilnya yang cukup sederhana itu juga membuatnya tumbuh menjadi gadis yang optimistis. Dalam berbagai operasi berbasis tim, dia sering menerima pujian atas kemahirannya beroperasi dalam tim serta karakternya yang ceria. Banyak kolaborator penting, termasuk Kepala Ahli Mesin Andre, menaruh harapan besar pada Operator Chen dan yakin dia adalah sosok ideal bagi aspek Endfield tertentu: Muda, optimistis, ramah, dan siap mencegah serta mengatasi masalah apa pun.

[CATATAN TAMBAHAN]
Saat pertama bertemu, kami menyadari bahwa Operator Chen Qianyu jelas telah mendapatkan ulasan performa yang sempurna dari para atasannya. Tapi, banyak yang ingin tahu kenapa dia tak pernah bertahan lama bekerja di satu tempat. Hingga kini, Operator Chen paling lama bekerja untuk Endfield. Kami sudah menyampaikan pertanyaan ini kepadanya di tengah wawancara rutin, dan berikut jawaban darinya:
“Kedai Teh Susu di La Fantoma? Tunggu, aku pernah tiga bulan kerja di sana?! Yah, aku bisa jelaskan. Aku sudah bosan minum teh susu di sana, jadi aku keluar.”
“Oh .... Personel sekuriti sementara. Ya, saat itu aku masih belum cukup umur untuk dapat pekerjaan sungguhan, tapi aku benar-benar butuh uang untuk pergi ke tempat tujuanku berikutnya. Saat itu, pilihanku hanyalah bekerja di berbagai EKSPO dan konferensi. Tapi, selama beberapa bulan itu, aku bertemu banyak orang terkenal di Talos-II ....”
“Tunggu! Penampilanku saat upacara kelulusan di Balai Tanjian dibilang ... BAGUS?! Tunggu! Kau yakin tak salah baca? Aku ... yah, aku memang biasanya tak tahu soal ini! Heheh! Aku biasanya takut melihat hasilnya .... Yah, aku cuma agak takut mentor-mentorku akan membandingkan aku dengan ibuku.”
“Aku sempat kerja di Satuan Tugas Khusus Yinglung selama lebih dari setahun .... Ya, benar. Tapi, bisa kita lewati saja bagian itu? Tak ada yang kututup-tutupi, kok. Aku hanya merasa tempat itu tak cocok untukku. Hah? Tadi kaubilang ada orang-orang yang tidak cocok denganku?! Tak mungkin! Kau tahu Duccio Si Muka Setengah? Ketua geng terkenal di Simpang Aspal? Aku bahkan bisa mengobrol akrab dengannya!”
FILE 2
Ternyata “Chen Qianyu” selalu jadi tamu undangan prioritas dalam segala jenis perayaan, pesta perpisahan, dan acara kumpul-kumpul biasa di kantor-kantor Endfield regional dan di Dijiang. Orang-orang langsung mencantumkan “Chen Qianyu” di urutan pertama daftar surat undangan mereka, padahal namanya diawali huruf “C”, bukan “A”. Kalau urut abjad, harusnya nama pertama yang ditulis adalah Antal.
Chen Qianyu jadi pusat perhatian karena sangat mahir mencerahkan suasana di kabin yang biasanya suram. Begitu dia tiba di suatu tempat, kurang dari lima menit dia sudah bisa mengobrol dengan operator paling introvert dan tertawa bersama operator paling kaku sekalipun. Tapi, dia biasanya tidak perlu bicara panjang lebar untuk menebarkan efeknya itu. Bahkan, sifat Chen yang tegas dan tanpa basa-basi menunjukkan bahwa dia masih perlu belajar tentang cara menjaga perasaan dan teknik komunikasi saat berinteraksi dengan orang lain. Chen sebenarnya mengandalkan sifatnya yang lain untuk mencerahkan suasana. Beberapa operator merasa penyebabnya adalah senyumannya yang hangat dan tulus. Beberapa orang lain yakin penyebabnya adalah reaksinya yang selalu heboh dan kemampuannya untuk membuat momen yang biasa-biasa saja terasa luar biasa. Beberapa operator juga menyebutkan ide-ide baru Chen yang seperti tak pernah habis untuk menghadirkan kegembiraan dan kebahagiaan tiap waktu rehat, bahkan untuk orang-orang yang kurang pandai bersosialisasi. Salah satu contoh idenya adalah tradisi balap kursi kantor (yang kini dilestarikan lagi atas dorongan Chen sendiri). Chen juga aktif mengadakan Nonton Film Di Dijiang, meski film-film pilihannya kebanyakan film silat dari Yan. Menurut beberapa operator, saat Chen sedang mendengarkan keluh kesah sehari-hari mereka, gadis itu bisa menyampaikan hal-hal yang luput dari perhatian mereka. Kalau mendengar masukan darinya, kejadian serumit apa pun bisa diatasi dengan rapi, serapi rambut kucir dua Chen.
Saat ada pesta perpisahan untuk seorang operator elite, Pengawas Perlica agak mabuk setelah minum beberapa gelas anggur merah Nidwyrm Penggali (kadar alkohol rendah). Saat itu, Andre sudah mendengkur di sofa, dan Chen, dikelilingi banyak orang, sedang mencukur alis si ahli mesin itu. Tiba-tiba sang Pengawas berkata, “Chen bisa membuat orang merasa aman.”
“Apa? Di sini berisik sekali .... Merasa aman? Baru sekali ini aku mendengarmu bilang begitu, Pengawas.”
Semangat Chen sepertinya bisa terisi cukup dengan bergaul dengan orang-orang. Meski jadwal operasi lapangannya begitu padat, dia tetap akan berusaha sekuat tenaga untuk datang dalam berbagai acara. Di sana, dia akan memeriahkan suasana, lalu pergi tanpa pamit. Kalau ditanya soal kebiasaannya itu, Chen akan menjawab bahwa dia dari sananya tidak butuh banyak tidur.
“Tunggu. Operator Chen sepertinya mengeluarkan lebih banyak stamina dan tenaga daripada orang biasa, ‘kan? Mungkin dia menguasai suatu teknik khusus dari Yan, tapi masa iya ada orang bertenaga sebesar begitu, tapi cuma tidur tiga jam setiap hari?”
“Omong-omong, aku sebenarnya pernah lihat dia ketiduran di tengah sesi meditasi ....”
Pengawas Perlica menggeleng, “Chen itu ... punya tekad kuat ingin menanggung beban semua orang. Begitu dia menentukan tujuan, sulit sekali membujuknya untuk berhenti.”
“Oh? Kukira Chen justru sangat santai ....”
“Mungkin daya pahamnya kurang bagus.”
“Pengawas Perlica, barusan kau menjelek-jelekkan Chen, ya?!”
FILE 3
Menurut akta kelahirannya (yang ditemukannya setelah mengobrak-abrik barang-barangnya), “Chen” lahir pada Tahun 132 di sebuah tempat yang jauh di luar Sentrapolis. Chen sendiri tidak ingat nama tempat itu dan apa yang terjadi di sana. Untungnya, dia ingat semua yang terjadi selama masa kecilnya yang indah di Kota Hongshan.
Misalnya, pemandangan yang pertama diingatnya adalah malam hari saat dia sedang berbaring dalam dekapan ibunya. Puncak-puncak lancip Kawah Hongshan terlihat seperti tombak-tombak yang mencuat di balik dinding perisai, seperti tinju tua yang diangkat tinggi ke langit malam di Talos-II.
Dalam ingatannya, kata pertama yang diucapkannya adalah “Mama!”, yang dilontarkannya ke sebuah tabung gema dengan banyak hiasan bergemerincing. Gemanya membuat ucapannya itu terdengar seperti suara yang tak terhitung banyaknya dan berbaur jadi satu. Chen juga ingat ibunya berkata, “Jianshan, kita namai dia Qianyu saja. Mungkin nanti dia akan jadi anak bawang di kelas, seperti aku dulu, jadi namanya harus sederhana, agar lebih mudah ditulis kalau nanti gurunya menyuruhnya menuliskan namanya berulang kali.”
Pedang pertama yang diingatnya adalah sebuah ranting yang dipangkas dan diampelas dengan hati-hati sampai duri, batang, dan kulit kayunya mengelupas.
Hadiah pertama yang diingatnya adalah sebuah kecupan lembut di kepalanya, sebagai hadiah karena dia berhasil melucuti ranting yang digenggam lawannya.
Pertama kali dia memahami hal-hal dalam ingatannya adalah saat orang-orang dewasa mengumumkan kedatangan Aggelos. Ibunya langsung membuka sebuah pintu yang tersembunyi di dalam lemari, menghunus sebilah pedang yang belum pernah dilihat Chen sebelumnya, lalu bergegas keluar dari rumah mereka.
Kejadian sedih pertama yang diingatnya adalah kejadian setelah pesta ulang tahunnya yang ke-10. Ayahnya memanggilnya, dan Chen kecil datang menghampiri. Ayah Chen membersihkan krim kue dari pipi Chen, menyampaikan kabar itu, dan setelah itu Chen tidak pernah melihat ibunya lagi.

“Saat itu, kukira itu bukan apa-apa,” ucap Chen Qianyu. Dia baru saja bertemu seorang Liberi sore ini, namanya Perlica. Meski dia mirip pewaris TGCC, Liberi itu mengaku dia datang dari tempat bernama Endfield. Mereka makan sepotong roti Mo untuk berdua di pinggir sebuah jalan berlumpur. Chen sudah berusaha jauh lebih keras mendorong gerobak burdenbeast itu, tapi Perlica yang pendiam dan penurut justru makan jauh lebih banyak roti daripada Chen. Sebenarnya Chen makan lebih sedikit karena dia menghabiskan sore itu untuk menceritakan kejadian-kejadian yang dialaminya selama dua puluh tahun hidupnya.
“Berarti ...” kata Perlica, “hari itu ibumu mendadak menghilang dari kehidupanmu.”
“Ibuku tidak hilang,” ujar Chen Qianyu, “Aku tahu dia masih hidup. Hanya saja, kami tak tahu dia ke mana dan kapan dia akan kembali. Ibuku sudah berjanji kepadaku! Janji yang sangat penting!”
Perlica mengangguk.
“Baiklah, aku sudah cerita terlalu banyak! Keluargamu sendiri bagaimana, Perlica? Ceritakan kepadaku!”
“Sama seperti keluargamu,” ujar Perlica lirih, “Aku tak tahu ... kapan keluargaku akan kembali. Kami juga sudah berjanji ....”
“Wah, sepertinya kita memang ditakdirkan bertemu!”
Chen menggenggam bahu Liberi itu dan merasakan badannya menegang sesaat, tapi kemudian mulai rileks.
FILE 4
Sudah cukup lama engsel gerbang halaman rusak. Kemungkinan, engselnya rusak dua minggu setelah Chen Chichi pergi. Saat Guang Jianshan menyadari engselnya sudah terbelah dua, dia tidak heran. Tiap kali ada orang yang membuka gerbang untuk masuk atau keluar dari halaman, engsel itu selalu berderit begitu keras sampai-sampai suaranya terdengar di dalam rumah. Di ruang kerja pun terdengar. Derit yang terdengar pukul lima pagi berarti Chen berangkat latihan ilmu pedang. Derit yang terdengar pukul delapan pagi berarti Chen yang bergegas pulang, mengambil tas sekolah dan makanan dari piring ayahnya, makan dua suap dengan tergesa, lalu bergegas berangkat lagi untuk masuk kelas di Balai Tanjian. Derit yang terdengar pukul lima sore berarti Chen yang berlari masuk halaman sambil mengejar fowlbeast di belukar, sambil bersenandung dan mengayun-ayunkan tongkat dengan cekatan. Derit yang terdengar tengah malam berarti Chen yang diam-diam melompat keluar dari kamarnya di lantai dua. Dia mengira ayahnya tak tahu bahwa dia menyelinap keluar untuk bersenang-senang sendirian.
Jianshan tahu segalanya. Diam-diam Jianshan sudah membuat jalan setapak yang rata menuju gerbang dan menyingkirkan batu-batu yang mencuat. Dia tidak ingin putri tersayangnya yang ceroboh itu tersandung dan jatuh dalam kegelapan.
Dia selalu menjadi sosok ayah yang bertanggung jawab, yang lebih banyak bertindak daripada bicara. Namanya, Jianshan, berarti “pembangun Hongshan”. Saat Chichi pertama kali tahu nama aslinya, dia tertawa dan bilang bahwa nama itu terlalu sederhana, seperti sebongkah batu yang tidak mau bergerak. Batu itu adalah pasak yang menjadi penopang kehidupan mereka di Kawah Hongshan. Batu itu sebenarnya bisa meluncur dan memantul di atas permukaan danau dan sungai, tapi justru memilih tenggelam dan berdiam di kota-kota dan peradaban. Batu itu tetap diam meski wanita itu pergi meninggalkannya. Batu itu membiarkan dirinya ditumbuhi lumut.
Hari ini, gerbang halaman berderit lagi. Jianshan bangkit dari bangkunya, lalu langsung menuju ruang tengah. Putrinya melepas sepatu, melemparkan tas bepergiannya, lalu membenamkan diri di sofa. Semua itu terasa tidak seperti biasanya. Jianshan terus menghitung hari dalam benaknya. Chen tinggal selama tiga hari selama liburan tahun baru, lalu tak pernah pulang lagi sampai enam bulan setelahnya. Kepulangannya ke Hongshan pada Senin sore yang tidak istimewa itu terasa aneh. Tidak ada laporan transaksi dari kartu kreditnya selama hampir empat hari. Bagaimana bisa dia bertahan hidup? Dan kenapa dia terlihat amat lelah dan kehabisan tenaga? Apa dia salah naik bus? Kawah Hongshan terkenal punya geografi yang rumit, dan orang-orang yang jarang pulang sering kali salah naik kendaraan dan harus memutar dengan berjalan kaki agar bisa pulang ke kampung halaman .... Tapi, Jianshan menyimpan semua pertanyaan itu.
“Lapar?”
Putri tersayangnya mengangguk.
Jianshan memasak mi dan menambahkan dua potong daging ekstra. Putri kecilnya itu masih dalam masa pertumbuhan.
Qianyu masuk ke dapur dan menyiapkan meja. Dia tidak melupakan ajaran Chichi meski sudah empat belas bulan keliling dunia. Mereka berdua duduk berhadapan, lalu menyantap makanan.
“Ayah sedang eksperimen apa?”
“Kau mungkin tak akan paham eksperimennya.”
“Yah, akan bagus kalau masakan Ayah sehebat pengetahuan sains Ayah. Eksperimen yang Ayah lakukan kan berhasil mendapatkan dana HAS.”
“Ibumu suka apa pun buatan Ayah.”
“Berarti Ibu tak punya selera? Ini keasinan.”
Apa pun percakapannya, biasanya dia selalu menghabiskan semua makanannya, termasuk supnya. Tapi, hari ini berbeda. Qianyu meletakkan sumpitnya padahal baru makan dua suap, lalu dia hanya terduduk di kursi sambil menatap ke luar.
“Ayah, sepertinya aku kesulitan menetap lama di satu tempat.”
Jianshan tahu bahwa Chen sendiri sudah tahu ayahnya itu tidak bisa dan tidak akan bilang apa-apa, dan mungkin tidak tahu bagaimana melanjutkan topik seperti ini. Biasanya, Jianshan hanya akan membiarkan percakapan mereka berlalu begitu saja. Tapi, hari ini, ekor Chen lesu dan raut wajahnya sedih. Jianshan mendadak sadar bahwa putrinya yang boros itu entah bagaimana telah bertambah dewasa, dan perlahan mulai belajar.
“Kau sedang bimbang?” Guang Jianshan bertanya, “Ayahmu ini dulunya pelari ulung. Ayah tidak boleh lambat kalau tidak mau disabet pedang ibumu.”
“Ayah ini bicara apa?”
“Dulu Ayah sering mendaki gunung sambil membawa berkilo-kilo perlengkapan jelajah. Kau pernah lihat, ‘kan? Teleskop besar? Semua itu kuncinya adalah latihan. Para Tianshi tua dulu biasa terbang dan memimpin selagi kami berlari di sepanjang kaki gunung, berusaha agar tidak tertinggal ....”
“Ugh. Sudah, dong ...! Huuuh. Rasanya aku tak pernah menemukan tempat yang cocok untukku.”
Chen mendongak. Saat itu, dia tampak begitu mirip dengan ibunya hingga Jianshan pun agak terkejut.
“Yah, ibumu .... Sebenarnya dia sudah pernah meninggalkan Hongshan tiga kali. Dan itu cuma dari tempat ini.”
“Apa? Kenapa Ayah tak pernah cerita?!”
“Sebab kau mungkin belum bisa mengerti.”
Jianshan melihat cahaya dan semangat kembali terpancar dari wajah putrinya. Chen sudah kembali, dan dengan cepat.
“Kapan kejadiannya? Apa itu sebelum aku lahir? Atau saat kalian kembali ke Hongshan? Apa itu terakhir kali Ibu pergi? Kata Ayah, Ibu pergi ke Rho...”
“Paksa saja sesukamu. Ibumu melarangku menceritakannya kepadamu.”
“Ahhhhh! Dasar nenek-nenek menyebalkan! Kenapa?!”
Jianshan menatap putrinya yang mulai makan mi sekali lagi.
“Lalu, kapan kau mau berangkat lagi?”

Ilustrasi

Tugas si Petualang
Tugas si Petualang
Artis: ALZiMi
Jianyu - Bahasa Pedang
Jianyu - Bahasa Pedang
Artis: Kieed
Lung Membubung
Lung Membubung
Artis: 宇木敦哉