Last Rite

Last Rite

Kristal Assault Pedang Besar
Kelangkaan★★★★★★
Atribut utamaSTR
Tipe senjataPedang Besar
CV(Inggris) Amber Hood
CV(Jepang) Shiraishi Haruka
CV(Korea) Lee I-ro
CV(Mandarin) Wu Tong

Tag pertempuran

Damage DealerCryo Infliction

Sifat

Teknik Tempur: Kerugian Besar
Kalau kau mau mengesampingkan biaya pembersihan dan perbaikannya, setidaknya dia efisien.
Kondisi Tubuh: Daya Tahan
Butuh makanan dua kali lebih banyak, tapi kekuatannya pun lima kali lebih besar.
Amal: Layanan Masyarakat
Last Rite lebih suka merawat orang sakit atau memanen tanaman daripada mengayunkan senjata.
Asah Pikiran: Dot Portabel
Saat rasa cemasnya menjadi-jadi, Last Rite biasanya akan memainkan benda kecil ini. Benda ini lebih berguna daripada menyuruh orang untuk mengajaknya bicara.

Pertumbuhan atribut

Lv. Terobosan STR AGI WIS WIL HP maks ATK DEF Rate CRIT Kec. ATK
1 0 21.68.89.515.95003005.0%1
2 0 23.19.810.416.95563305.0%1
3 0 24.710.911.418.06123705.0%1
4 0 26.212.012.319.06684005.0%1
5 0 27.713.113.320.17244405.0%1
6 0 29.214.114.221.17814705.0%1
7 0 30.715.215.222.28375005.0%1
8 0 32.216.316.123.28935405.0%1
9 0 33.717.317.124.39495705.0%1
10 0 35.218.418.025.310056105.0%1
11 0 36.719.519.026.410616405.0%1
12 0 38.220.619.927.411176705.0%1
13 0 39.721.620.928.511737105.0%1
14 0 41.222.721.829.512307405.0%1
15 0 42.723.822.830.612867805.0%1
16 0 44.224.923.731.613428105.0%1
17 0 45.725.924.732.713988405.0%1
18 0 47.227.025.633.714548805.0%1
19 0 48.728.126.634.815109105.0%1
20 0 50.229.127.535.815669505.0%1
21 1 51.730.228.536.916229805.0%1
22 1 53.231.329.437.9167910105.0%1
23 1 54.732.430.439.0173510505.0%1
24 1 56.233.431.340.0179110805.0%1
25 1 57.734.532.241.1184711205.0%1
26 1 59.235.633.242.1190311505.0%1
27 1 60.736.734.143.2195911805.0%1
28 1 62.237.735.144.2201512205.0%1
29 1 63.738.836.045.3207112505.0%1
30 1 65.239.937.046.3212812905.0%1
31 1 66.740.937.947.4218413205.0%1
32 1 68.242.038.948.4224013505.0%1
33 1 69.743.139.849.5229613905.0%1
34 1 71.244.240.850.5235214205.0%1
35 1 72.745.241.751.6240814505.0%1
36 1 74.246.342.752.6246414905.0%1
37 1 75.747.443.653.7252015205.0%1
38 1 77.248.544.654.7257715605.0%1
39 1 78.749.545.555.8263315905.0%1
40 1 80.250.646.556.8268916205.0%1
41 2 81.751.747.457.9274516605.0%1
42 2 83.252.748.458.9280116905.0%1
43 2 84.753.849.360.0285717305.0%1
44 2 86.254.950.361.0291317605.0%1
45 2 87.756.051.262.1296917905.0%1
46 2 89.257.052.263.1302618305.0%1
47 2 90.758.153.164.2308218605.0%1
48 2 92.259.254.165.2313819005.0%1
49 2 93.760.355.066.3319419305.0%1
50 2 95.261.356.067.3325019605.0%1
51 2 96.762.456.968.4330620005.0%1
52 2 98.263.557.969.4336220305.0%1
53 2 99.764.658.870.5341820705.0%1
54 2 101.265.659.871.5347421005.0%1
55 2 102.766.760.772.6353121305.0%1
56 2 104.267.861.673.6358721705.0%1
57 2 105.768.862.674.7364322005.0%1
58 2 107.269.963.575.7369922405.0%1
59 2 108.771.064.576.8375522705.0%1
60 2 110.272.165.477.8381123005.0%1
61 3 111.773.166.478.9386723405.0%1
62 3 113.274.267.379.9392323705.0%1
63 3 114.775.368.381.0398024105.0%1
64 3 116.276.469.282.0403624405.0%1
65 3 117.777.470.283.1409224705.0%1
66 3 119.278.571.184.1414825105.0%1
67 3 120.779.672.185.2420425405.0%1
68 3 122.280.673.086.2426025805.0%1
69 3 123.781.774.087.3431626105.0%1
70 3 125.282.874.988.3437226405.0%1
71 3 126.783.975.989.4442926805.0%1
72 3 128.284.976.890.4448527105.0%1
73 3 129.786.077.891.5454127505.0%1
74 3 131.287.178.792.5459727805.0%1
75 3 132.788.279.793.6465328105.0%1
76 3 134.289.280.694.6470928505.0%1
77 3 135.790.381.695.7476528805.0%1
78 3 137.291.482.596.7482129205.0%1
79 3 138.792.483.597.8487829505.0%1
80 3 140.293.584.498.8493429805.0%1
81 4 141.794.685.499.9499030205.0%1
82 4 143.295.786.3100.9504630505.0%1
83 4 144.796.787.3102.0510230905.0%1
84 4 146.297.888.2103.0515831205.0%1
85 4 147.798.989.2104.1521431505.0%1
86 4 149.2100.090.1105.1527031905.0%1
87 4 150.7101.091.1106.2532732205.0%1
88 4 152.2102.192.0107.2538332605.0%1
89 4 153.7103.292.9108.3543932905.0%1
90 4 155.2104.293.9109.3549533205.0%1

Terobosan

Perlengkapan I
Aktifkan agar operator bisa dipasangi gear berkualitas biru
T-Cred ×1,600 T-Cred ★★★★ Disingkat TC. Mata uang ini diakui dan digunakan di banyak tempat.
Perlengkapan II
Aktifkan agar operator bisa dipasangi gear berkualitas ungu
T-Cred ×6,500 T-Cred ★★★★ Disingkat TC. Mata uang ini diakui dan digunakan di banyak tempat.
Perlengkapan III
Aktifkan agar operator bisa dipasangi gear berkualitas emas
T-Cred ×18,000 T-Cred ★★★★ Disingkat TC. Mata uang ini diakui dan digunakan di banyak tempat.

File operator

INFO DASAR
NAMA SANDI: Last Rite
GENDER: Perempuan
AUTENTIKASI: Seš’qa
TANGGAL LAHIR: 12 November
RAS: Sarkaz
[STATUS INFEKSI ORIPATI]
Positif Oripati (terinfeksi), berdasarkan laporan pemeriksaan medis.

[PEMERIKSAAN FISIK TERPADU]
KEKUATAN FISIOLOGIS: Sangat Baik
KEMAMPUAN TEMPUR: Standar
KECERDASAN TAKTIS: Normal
ASIMILASI ORIGINIUM ARTS: ■■

DOKUMEN: Catatan dari Operator Logistik
Nona Last Rite tidak sengaja merusak beberapa mesin pelatihan saat uji coba. Dari perspektif Divisi Logistik, tingkat kerusakannya masih dalam batas wajar. Singkatnya, masih ada operator lain yang menimbulkan kerugian lebih besar saat inspeksi rutin. Oleh karena itu, kami ingin minta bantuanmu untuk memberi tahu Nona Last Rite bahwa dia tak perlu terus-menerus mengirimkan surat permintaan maaf tulisan tangan kepada kami, atau sengaja menghindari anggota divisi kami.

DOKUMEN: Log tertentu yang membutuhkan level otoritas yang cukup tinggi
Originium Arts Adelheid seharusnya hanya mendapatkan rating [Sangat Baik]. Tapi, saat Nachzehrer ini dengan malu-malu mencoba memanipulasi kematian, semua orang di tempat itu pun menyaksikan sesosok bayangan di balik tirai. Rasanya dingin, kuno, megah, dan ... tenang. Pengalaman itu sangat tidak nyaman, meskipun Instruktur Maze sudah berusaha menenangkanku .... Sebenarnya, Seš’qa ingin menyembunyikan apa?
RINGKASAN SUMBER DAYA MANUSIA
Operator Last Rite (Nama ID: Adelheid) adalah duta merek khusus untuk Seš’qa. Sekarang, dia bekerja di Divisi Teknologi Spesialis berdasarkan rekomendasi dari Fleming si “Pembangun Jembatan”, konsultan bisnis senior di Witching Hour.

Kalau ini pertama kalinya kau bertemu Last Rite, cobalah mendekatinya dengan santai dan ramah. Coba pahami dan maklumi saja kalau dia diam atau menghindar hingga beberapa lama. Last Rite kurang cakap dalam menghadapi orang asing, tapi kalau bisa menghadiri pertemuan dengan membawa camilan atau permen, kau akan mendapatkan kepercayaannya.
Dan tolong, JANGAN mendekatinya saat dia sedang panik, karena bisa sangat berbahaya. Kalau dia melihatmu terluka karena itu, serangan paniknya akan makin parah.
— Martin Marvin Malen, Asisten, Divisi SDM, Endfield Industries
FILE 1
“Misi magangnya sukses. Dia jauh lebih berkomitmen daripada dugaan kami. Gadis itu benar-benar mematuhi perintah sampai mendetail. Selain itu, bisakah Kantor Bisnis menyampaikan hal ini kepada Seš’qa: Membacakan iklan kepada binatang buas dan Aggelos adalah upaya yang sia-sia.”

“Kami senang sekali Operator Last Rite mau membantu menyelesaikan segunung pekerjaan yang menumpuk seiring waktu. Tapi, tolong beri tahu dia bahwa ini kantin prasmanan. Kalaupun ambil makanan lebih banyak, tak akan disuruh bayar lebih, kok.”

“Semprotan Pencair Es Darurat Khusus sudah tersedia. Kami punya banyak stok, jadi ambillah sesuai kebutuhan kalian. Nah, kita sudah tahu bahwa Last Rite akan mengeluarkan gas beku saat panik. Jadi, jangan sampai dia kena serangan panik lagi gara-gara kalian.”

“Last Rite bisa akrab dengan pasien lain di pusat rehabilitasi, dan dia yakin kerja sukarela bisa menghilangkan stresnya. Coba renungkan. Kenapa dia merasa stres, ya? Pokoknya, jangan beri tahu pasien kita bahwa Last Rite adalah pengurus jenazah. Itu info yang tak perlu dan kita harus menjelaskan banyak hal kalau sampai bocor.”

......

Buletin Operator Divisi SDM. Gadis itu begitu stres dan malu sampai-sampai bersembunyi di pojokan, di dekat tempat sampah. “Santai saja, Kawan. Semua orang bilang kau sangat ramah dan mudah diajak ngobrol.”
FILE 2
Awalnya, anak-anak di Sarang para Pemberani selalu mengolok-olok Adelheid. Tak seorang pun benar-benar mengenal gadis yang tinggal begitu jauh itu. Dia pemalu, introvert, pakaiannya itu-itu saja, reaksinya lamban, dan tak nyambung saat diajak mengobrol. Tom “Besar” mulai sering menjelek-jelekkannya. Dia ingin Adelheid keluar dari markas rahasia anak-anak. Tapi, Tom akhirnya melunak karena dua alasan: Orang-orang dewasa menghormati pasangan Caprinae yang mengadopsi Adelheid, dan meskipun Adelheid berlinang air mata dan menangis tersedu-sedu, dia tak pernah lupa melahap kulit apel dan daun lobak.

Segalanya berubah pada musim panas yang mengerikan itu. Hujan turun deras pada bulan Juni, seluruh tempat itu kebanjiran, dan para bandit akhirnya berhasil diusir setelah pertarungan yang melelahkan. Cobaan itu meninggalkan luka bagi lima keluarga yang kehilangan orang terkasih mereka. Anak-anak mengikuti prosesi tanpa curiga ke pinggiran kota, dan mereka melihatnya di puncak bukit. Adelheid, yang saat itu bukanlah si cengeng kecil yang mereka kenal. Mereka melihat gadis itu dan keluarganya membersihkan tempat peristirahatan terakhir, membersihkan nisan, dan mempersembahkan elegi untuk orang-orang yang telah tiada. Setelah peti jenazah diturunkan, anak-anak itu akhirnya sadar bahwa Tom tak akan kembali lagi ke Sarang para Pemberani.
Bukannya takut, mereka malah panik dan menyangkal. Anak-anak itu tak bisa menerima takdir, dan tak bisa menemukan cara untuk mengisi posisi yang kosong. Pada saat itulah Adelheid meletakkan patung kecil dari kayu sederhana di depan makam Tom. Pahatan patung itu kasar, bengkok, tidak seimbang, dan tidak dipoles.
“Dia selalu menginginkan figurin seorang Kesatria Pertarungan,” kata gadis itu. “Itulah keinginan terakhir Tom.”
Orang-orang dewasa tak kuasa menahan air mata mereka lagi, meratapi kematian dari kehidupan yang begitu polos dan muda.
Tapi, anak-anak berusaha menahan tawa karena patung itu sama sekali tidak seperti Kesatria Pertarungan.
Mereka akhirnya tak tahan dan tertawa terbahak-bahak.
Mereka mengeluarkan Kartu Kesatria mereka dan mendiskusikan cara untuk membuat patung itu lebih menyerupai kesatria. Meskipun Adelheid tak mengerti percakapan mereka dan tugas mengukir patungnya jatuh ke tangan orang yang lebih cekatan, anak-anak itu selalu menyerahkan patung kecil yang baru dan jauh lebih baik itu kepada Adelheid, karena dia ditugaskan untuk memimpin prosesi mereka sendiri ke pemakaman dan melakukan upacara tahunan.
“Tom ada di sini,” janji gadis itu setiap tahun.
Tak seorang pun tahu kenapa Adelheid begitu yakin akan hal ini, atau bagaimana dia tahu keinginan Tom. Sepertinya tak seorang pun peduli dengan caranya melakukan tugasnya.

Pada akhirnya, Adelheid tetap tidak membuka diri. Dia tetap sedikit canggung dalam mengekspresikan diri. Setiap kali perutnya keroncongan, dia jadi sangat malu dan minggir ke tempat sampah terdekat. Tapi, setiap kali ada anak baru datang ke kota dan mulai bercerita tentang gadis aneh yang menyenandungkan lagu di semak-semak, pasti akan ada seseorang yang menepuk bahu mereka dan menceritakan cerita yang cukup menarik.
FILE 3
Inilah gegar budaya pertama yang dialami Adelheid.
Seš’qa, Tempat Perhentian, ibu kota Ilmu Sihir, pusat Sarkaz, tempat berkumpulnya para pengembara .... Kota itu punya banyak nama dan banyak yang sudah pernah didengarnya. Tapi, setelah turun dari balon udara dan masuk ke Seš’qa, barulah dia sadar bahwa “terbang” adalah fitur paling sepele dari alam aneh ini.
Seluruh tempat itu tampak seperti barisan karnaval yang tak pernah berakhir. Kegaduhan terukir di udaranya. Perapian hias yang menghiasi alun-alun pusat memuntahkan gelombang panas, keributan, dan gelak tawa. Setiap jalan dipenuhi toko-toko dan papan nama yang aneh. Orang-orang berdesakan di kerumunan, mengunyah makanan yang namanya sulit diucapkan bahkan oleh lidah paling cekatan sekalipun, sambil berbaris menuju bentukan sosok-sosok raksasa yang menjulang di kejauhan—Konon akan ada arena pertarungan sekaligus arena pekan raya yang menampilkan budaya Sarkaz, yang dipersiapkan dengan cermat untuk para turis saat Seš’qa membuka diri bagi para pengunjung. Tapi, tujuan pembagian administratif ini terasa agak terbatas karena Seš’qa sendiri sudah seperti taman hiburan raksasa.
Perut Adelheid mulai keroncongan lagi.
Mungkin seharusnya ajakan pedagang keliling tadi tak usah diterima. Dia pernah dengar tentang Witching Hour, tapi tak pernah mampu beli apa pun dari pabrik ini. Dia hanya butuh sapu untuk mengusir binatang di rumahnya. Seperti halnya Seš’qa, konsep senjata sungguhan terasa asing dan jauh. “Tapi, aku cuma membalikkan truk yang terguling oleh Aggelos agar truk itu bisa berjalan lagi. Kenapa ada yang merekomendasikanku untuk mengisi lowongan kerja cuma gara-gara itu?” Adelheid mulai bertanya-tanya. Apa yang bisa dia lakukan di tempat ini?
Pedagang keliling itu sudah jauh, mengurusi semacam prosedur pendaftaran, merangkai suku kata dan kata-kata yang tak dia pahami. Dia tiba-tiba sadar bahwa dia tak tahu apa-apa tentang Sarkaz, meskipun dia sendiri seorang Sarkaz. Lalu, apa tentara bayaran yang kuat itu seorang Goliath? Seorang pria mengenakan anting-anting yang menjuntai di telinganya yang runcing. Apa anting-anting itu ada artinya? Segalanya baru. Pedagang keliling itu menjelaskan bahwa rasa laparnya yang terus-menerus itu juga merupakan ciri ras. Tapi, walau tahu tentang itu, masalahnya tetap saja tak teratasi. Menurut standar Sarkaz, sifat keras kepalanya yang menolak “makan” mungkin membuatnya menjadi orang yang paling tidak memenuhi syarat untuk membicarakan sifat nakal kota ini.
Perutnya keroncongan makin keras. Setiap kali dia merasa takut atau tak berdaya, hasratnya akan muncul mendadak dan membuatnya makin sulit mengendalikan diri. Dan ini lebih parah dari biasanya. Kalau ada yang bertanya, bagaimana menjawabnya? Rasanya kurang pantas kalau dijawab: “Maaf. Aku hanya sedang tidak ingin menjadi Nachzehrer.”
Masih ada kesempatan untuk kabur. Rute pedagang keliling itu akan melewati beberapa kota dan desa lagi. Dia bisa minta maaf nanti. Lebih baik mencari tempat sembunyi dan menunggu semua tatapan sinis itu mereda ....
“Kau kenapa?”
Suara itu menghentikan rasa cemasnya yang tak kunjung hilang. Pemuda itu memiringkan kepalanya, tatapannya terlihat ingin tahu alih-alih bingung: “Ada roti gratis di sana. Bilang saja kepada penjaga sebelum mengambilnya. Ada juga pamflet berisi daftar pekerjaan. Itu juga gratis.”
“Ma ... maaf, aku baik-baik saja,” dia berusaha mengatur napasnya dan meredakan getaran suaranya, “Aku hanya menunggu seseorang.”
“Oh. Oke,” pemuda itu mendengus, “Tapi, tak usah khawatir. Banyak kesempatan di sini. Kau pasti akan menemukan pekerjaan. Aku sendiri butuh dua minggu.”
Pemuda itu termasuk dewasa untuk usianya dan tampaknya tak memercayai kata-kata Adelheid. Adelheid memikirkannya, tapi memilih untuk tidak membantah. Ekspresinya memancarkan kekuatan aneh yang meredakan kekhawatirannya.
Pemuda itu menepuk bahunya sebelum kembali berbaur dengan kerumunan. Adelheid berbalik untuk melihat. Tempat itu sepertinya bukan objek wisata. Para pekerja penuh keringat bekerja di perancah sementara para pedagang mengerutkan kening dan menuliskan pesanan mereka. Beberapa orang berpakaian rapi yang diapit oleh tentara bayaran berjalan keluar dari tempat yang tampak seperti bistro mewah. Semua orang tampak sibuk, tapi mereka semua memancarkan aura santai yang sama seperti pemuda itu. Ada banyak kesempatan dan dia pasti bisa menemukan solusinya.
Dia melihat pemuda itu berlari ke arah para tentara bayaran, berteriak marah sambil mengumpulkan senjata mereka. Dia seperti gembala yang berusaha menggiring sekawanan binatang raksasa setengah mabuk dari tuannya ke penginapan. Ekor pemuda itu pendek dan runcing, mengingatkannya pada orang tua asuhnya.
Gadis itu tiba-tiba teringat perkataan si pedagang keliling di balon udara: “Kami menerbangkannya karena Sarkaz di mana-mana menghadapi kesulitan. Tapi, saat balon itu mulai terbang, kami menyadari bahwa banyak ras lain juga menghadapi kesulitan, bukan hanya Sarkaz.”
Sebelum menjadi kota terbang penuh hiburan, Seš’qa adalah sebuah pos depan di perbatasan. Meski sering disebut dalam banyak legenda dan menjalankan berbagai fungsi, Seš’qa dulunya hanyalah pos depan baru yang menghadapi hal-hal tak dikenal di perbatasan, tempat manusia berusaha keras membangun rumah baru mereka. Kehidupan akan selalu menemukan jalannya. Pos depan itu tidak perlu menampung semua orang. Pos itu hanya perlu menjadi “tempat perhentian”, dan itu saja sudah cukup.
Maka, setelah lebih dari sepuluh menit terkaget-kaget dan terkagum-kagum, Adelheid pun mengalihkan perhatiannya ke jalanan. Matanya tertuju pada setumpuk besar filet stockbeast panggang yang berkilauan karena minyak.
Rasanya asin, begitu asin sampai membuat jantungnya berdebar kencang.
FILE 4
“Kenapa?”
Sang konsultan bisnis senior legendaris dari Seš’qa, salah satu manajer merek utama Witching Hour, si pedagang Sarkaz yang tertindas, Fleming si “Pembangun Jembatan”, terkejut mendengar pertanyaan sederhana ini. Walau pertanyaan itu muncul tiba-tiba, Fleming segera menenangkan diri, merapikan dasinya, dan mulai menghitung bintang sambil bersiap untuk adu argumen.
Feline di hadapannya itu selalu membuatnya merinding karena rasa gugup yang aneh, sejak malam bersalju itu.
“Ehem. Pertama-tama .... Kami sangat menghargai Endfield karena sudah menerima Adelheid. Seš’qa menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya.”
“Bagus. Berarti kalian mau bayar ekstra untuk menanggung biaya katering tambahannya. Iya, ‘kan?”
“Percayalah. Dengan mengutusnya ke Endfield saja, bisnis kami sudah rugi besar.”
“Oh. Kalian punya slogan untuk Last Rite ... Putri Dewan Perang? Sangat lugas dan menarik perhatian. Kalian pasti dapat banyak uang berkat nama itu.”
Fleming tertawa. Biasanya dia tertawa sebagai cara untuk menghadapi lawannya di meja perundingan. Tapi, saat ini, dia tertawa untuk mencuri kesempatan bernapas.
M3 tidak memperhatikan keanehan Fleming. Tatapannya tertuju kepada Adelheid, yang duduk dengan gelisah di luar kantor—si Last Rite. Fleming merasakan keingintahuan M3. Dia tak boleh melewatkan kesempatan untuk memulihkan inisiatifnya.
“Apa pendapatmu tentang Nona Last Rite?”
“Kurasa dia lapar,” kata M3 tanpa mengalihkan pandangannya dari gadis yang dimaksud. Fleming mencoba mengingat-ingat. Ada rumor yang menyebutkan hubungan Feline dengan asal-usul Kazdel, dan dia hampir tidak memperhatikan bakat-bakat lain yang direkomendasikannya. “Bagaimana bisa kau membiarkan gadis secantik itu kelaparan?”
“Aku bersumpah ...”
“Kurasa, kalian harus bayarkan biaya katering tambahan kepada Endfield Industries. Kita tetapkan saja jumlahnya menjadi ...”
“AKU *BERSUMPAH* ini jalan yang terbaik!”
Fleming langsung sadar bahwa dia keceplosan. Lawannya hanya mencoba memperkeruh suasana .... Tidak. Dia hanya bercanda. Kenapa dia tiba-tiba kehilangan kesabarannya?
“Kenapa begitu?”
“Ugh .... Begini, dia Nachzehrer di area pemakaman, tapi ‘sungkan untuk melahap’ .... Dia selalu menolak untuk melahap kematian orang lain. Rasa laparnya yang terus-menerus itu konsekuensi alaminya.”
“Tidak, tidak, tidak .... Kau salah ....”
M3 mempertahankan nadanya yang tenang dan santai. Tapi, bukan itu yang dicemaskan Fleming. Yang lebih membuatnya stres adalah, dia tak pernah tersenyum sejak naik ke Dijiang.
“Kau tahu Sarkaz itu seperti apa. Filet steak panggang sebanyak apa pun tak akan cukup untuk mengenyangkan jiwa yang kosong.”
“Jiwa? Kau percaya tentang jiwa?”
“Ehem .... Setiap Sarkaz yang mendapatkan perlindungan dari jiwa tak terhitung pasti mempercayainya.”
“Aku yakin jiwa tak terhitung itu pasti senang mendengarnya,” M3 akhirnya mengalihkan pandangannya dari gadis itu. Dia ragu-ragu, kesempatan langka. Tapi, Fleming tak merasa ini pertanda baik, “Tapi, waktunya tidak cocok.”
“Aku mengerti .... Kejadiannya sudah lebih dari seabad yang lalu. Tapi, Adelheid jelas seorang gadis muda yang baru berusia tujuh belas atau delapan belas tahun.”
“Benar. Jadi, kenapa?”
Fleming menahan senyum getirnya. Tapi, dia memutuskan untuk menghadapi pertanyaan ini secara langsung.
“Aku tak tahu. Tapi, seperti katamu ... dia tetap sangat lapar.”
“Bahkan dengan ‘makhluk’ yang mengikutinya itu? Itu belum pernah terjadi sebelumnya.”
Hal itu mengejutkan Fleming, meski hanya sedikit. “Aku heran, ternyata ada hal-hal yang belum pernah kaudengar.”
Fleming langsung menyesalinya saat kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulutnya. Untungnya, M3 tetap serius, dan dia tak menganggap kata-kata Fleming itu sebagai ejekan.
“Negeri yang luas telah binasa di bawah bayang-bayangnya. Musim dingin selama ribuan tahun terus mendengarkan seruannya. Tapi, dia tetap lapar.”
“Itu karena darahnya. Kami menemukan Nachzehrer lain. Begitu banyak kematian di planet ini setiap harinya. Kami tak ingin lihat Dewan Perang tahu-tahu saja muncul lagi. Tapi ... anak ini jelas pengecualian. Dia tidak ‘makan’ demi menghormati setiap rekan kru, kurir, dan prajurit yang gugur di perbatasan. Dia tak sanggup melakukannya. Dia tak mau melakukannya.”
“Lalu bagaimana kekuatannya ...”
“‘Meskipun dia tidak melahap orang mati untuk memperkuat diri, Maut tetap bersedia membantunya.’ Teman wendigomu itulah yang memberikan tafsiran ini.”
“... Andai Nezzsalem di sini, dia pasti akan sangat tersentuh.”
“Tapi, itu juga berarti anak itu ditakdirkan untuk menanggung beban yang mestinya tak perlu ditanggungnya.”
“Kurasa inilah alasanmu merekomendasikannya ke Endfield.”
“Kalau Adelheid ingin menempuh jalan pilihannya, aku yakin Endfield Industries akan menjadi instruktur terbaiknya.”
M3 terkejut. Fleming sendiri juga terkejut melihat reaksinya. Dia tahu bahwa M3 tak menyangka dia akan memberikan jawaban yang begitu ... lembut dan penuh kasih. Tapi, dia juga tak menyangka M3 memandangnya serendah itu. Kesadaran itu membuat si pedagang dan konsultan itu sedih.
“Wah, Fleming ... ternyata kau lebih baik dari yang kukira.”
Kata-kata itu pun memulihkan kepercayaan diri Fleming.
“Dan itu juga penilaian terbaikmu tentang karakterku, setelah bertahun-tahun kita saling kenal, Nona M3.”
M3 mengembus napas. Sepertinya dia akhirnya bisa rileks. “Nah, kau ingin Endfield memperlakukannya bagaimana?”
“Seperti biasanya,” Fleming tersenyum tulus untuk pertama kalinya dalam percakapan ini. “Biarkan dia melakukan yang dia inginkan, seperti anak normal. Biarkan dia hidup, mendapat masalah, tumbuh dewasa, dan berkontribusi di sana. Lebih baik lagi kalau dia bisa punya beberapa teman dan menemukan yang diinginkannya di hidupnya ....”
“Memperlakukannya seperti anakmu sendiri?”
“Hah. Aku? Darahku tak akan bisa memuaskannya,” Fleming juga mengalihkan pandangannya ke jendela. Adelheid sudah mulai kewalahan menghadapi operator Endfield lain yang mencoba mengajaknya mengobrol.
“Tapi, sebelum Talos-II mendesak umat manusia hingga ke ambang kepunahan, sebelum Maut selesai menghias takhtanya yang berlumuran darah, dan sebelum Penguasa Nachzehrer berikutnya dipaksa untuk muncul di planet ini ... dia tetaplah seorang gadis Sarkaz kecil yang pemalu.”

Ilustrasi

Malu-Malu Jangan Sentuh
Malu-Malu Jangan Sentuh
Artis: komiki
Mekar dalam Diam
Mekar dalam Diam
Artis: Cenm0
Mekarnya Bunga Es Pertama
Mekarnya Bunga Es Pertama
Artis: REM