| Tipe senjata | Unit Arts |
| Kelangkaan | ★★★★★★ |
Baru dwa hari lalu, saat aku sedang memulung, aku ketemu gadis Perro yang aneh.
Pakaiannya aneh dan kelihatannya dia bukan orang Hanna-Beet yang jaga kami. Dia juga bawa-bawa rongsokan. Dia sebut itu “motor”nya, begitu. Katanya, motornya itu dirusak monstah batuan.
Dia tanya apa aku bisa pinjamkan burdenbeastku.
Aku tak mau.
Kutanya dia siapa, trus dia bilang dia itu “Kurir”.
Kurir? Belum pernah dengar nama seperti itu.
Trus, dia jelazkan bahwa dulu sekali saat gerbang kosmo besar itu masih ada, Kurir biasanya lewat gerbang itu untuk antar macammacam barang dari Talos-II ke Terra, lalu antar macammacam barang laen dari Terra ke Talos-II. Dia builang, itu pertukaran rasa rindoe dan sayang.
Tapi, kata Aiyahku, gerbang itu sudah taka da. Begitu juga Terra.
Dia jawab, setelah monstah batuan tak ada, orang-orang jadi saling benchi, mulai perang, dan bangun tembok pembatas. Sama seperti sandbeast kecil di dekat situ yg ngumpet di dalem pasir dan tak mau keluar.
Perang?
Dia bilang, orang-orang mulai perang lawan monstah dan sesama orang. Dia bilang, aku dan Aiyahku hidup sbg warga deza di alam liar krena orang-orang kami ingin jauhjauh dari perang.
Pokoqnya, aku tak mau pinjamkan burdenbeastku untuk dia.
Trus, dia tatap mataku dan mukanya jadi galak dan seriyus. Dia bilang, dia butuh burdenbeastku spaya dia bisa kasih tau orangorang bahwa perang sudah slese.
Katanya, komunikasi dgn Terra terputus, tapi Kurir seperti dia akan brusaha hubungkan orangorang di Talos-II dan bangun rasa percaiya, bukan tembok.
Dia trus bilang, dia itu Kurir pertama setelah perang, dan dia bawa surat damay untuk orang yg namanya Endd-Fyodd.
Tapi pokoqnya, aku tak mau pinjamkan burdenbeastku.
Trus dia senyum lembud, plus kasih aku bola logam melayang yg terbang di dekat dia. Dia builang, harganya muahal banget, hampir semahal suratnya. Katanya, bola terbangnya boleh buatku aja utk deh-poh-zit sampay dia balik dgn burdenbeastku.
Yah, barangbarang yg bisa terbang emang biasanya muahal.
Trus aku setuju dan kupinjamkan burdenbeastku. Kukasih tau namaku, trus kutunjukan jalan ke deza.
......
Pas aku bangun besoknya, ada yg bilang burdenbeastku udah ditaruh di luar deza. Ada paket di tasnya, sama surat yg ada tulisan namaku.
Ternyata dari Nona Kurir.
Dia tulis di suratnya itu, aku boleh simpan “depozit”nya sbg tanda trimakasih dari dia. Dia juga bilang trimakasih buat aku dan burdenbeastku krena sudah bantu dia ke tujuanya.
Dia bilang Jaman Kurir sudah datang! Sprtinya dia senang pas tulis itu.
Paketnya isinya “radio komyunikasi” dan instrusuksi. Sekarang smua orang di deza bisa pakai “radio” ini dan telpon Kurir lain yg ada di dekat deza.
Tapi aku harus tulis surat buat syapa? Trus suratnya mau dikirim kemana? Aku tak pernah pergi jauh dari deza.
Mungkin aku akan tulis surat buat Nona Kurir aja.