| Tipe senjata | Senjata Galah |
| Kelangkaan | ★★★★ |
Aku secara spesifik fokus pada kebutuhan para prajurit biasa kita dalam tinjauan baris depan ini. Nyawa setiap Oathkeeper, apa pun pangkat mereka, sangatlah berharga bagi Ordo. Setiap Oathkeeper yang gugur, seberapa pun hebatnya keahlian mereka, adalah duka dan kerugian bagi pertahanan peradaban ini.
......
Pasukan Aggelos adalah bentuk eksistensi yang unik. Pasukan ini memang tak punya teknik tempur atau strategi yang bisa dibanggakan, tapi mereka juga tak kenal rasa sakit ataupun takut. Mereka tak pernah mundur, dan terus bertarung hingga Aggelos terakhir akhirnya tumbang. Perang suci berkepanjangan melawan Aggelos sering kali menumpulkan pikiran dan perasaan para prajurit Ordo. Para Oathkeeper tidak membenci pembantaian itu sendiri. Tidak. Mereka semata sadar bahwa jumlah pasukan Aggelos yang luar biasa banyak itu saja sudah cukup untuk meratakan pegunungan sekalipun.
......
Dengan rendah hati, kusarankan kita mempersenjatai prajurit biasa kita dengan tombak dan tongkat. Senjata kuno ini akan punya kegunaan lain dalam perang suci melawan Aggelos. Dengan senjata berukuran panjang ini, para prajurit kita bisa menyerang makhluk terkutuk itu dari jarak yang aman, sedangkan mata tombaknya yang tajam dan runcing mestinya cukup untuk menembus cangkang pelindung mereka. Kita juga harus merancang senjata baru yang cukup kuat untuk menahan bobot makhluk anorganik itu. Bagian ujungnya juga harus dibuat lebih tajam. Makin tajam, makin bagus.
......
Cetak biruku sudah kukirimkan ke markas besar kita. Sejak dulu, tombak dan tongkat sudah jadi senjata andalan bagi setiap pasukan dalam sejarah, dari para Kesatria Kazimierz hingga pasukan tentara bayaran Sarkaz. Biarlah senjata ini digunakan sekali lagi dalam perang suci kita.