| Tipe senjata | Pedang |
| Kelangkaan | ★★★★★★ |
“Huff ... huff ... Jennings. Akhirnya kauangkat teleponnya.”
“Dengar, ya. Ini perang perusahaan. Bukan ... ini ... ini politik ala perburuan penyihir! Mereka tahu penemuan kita! Mereka tahu bahwa itu akan mengubah dunia!”
“Para pengacau itu mengincar proyek penelitian kita! Mereka mencari kita! Mencari kita di seluruh penjuru dunia!”
“Akan kubuat para pengacau itu menyesali pilihannya! Tak akan kulupakan wajah-wajah sialan itu. Kuhabiskan waktu bertahun-tahun untuk menelitinya. TIDAK! JANGAN RAYTHEAN! Mereka tak akan melindungi kita. Begitu kita serahkan teknologi itu, kita bakal mampus!”
“TIDAK! Tak akan kubiarkan benda itu jatuh ke tangan mereka! TAK AKAN PERNAH! Dengar, ya. Aku sedang menuju tempatmu. Nutty sudah siapkan mobil untuk kita. Kita harus keluar dari Sentrapolis. Aku punya teman di luar yang akan jemput kita.”
“Siapa? Para penghasut itu, lah. Aku tahu kau tak suka mereka, tapi setidaknya orang-orang dungu itu lebih bisa diandalkan ketimbang para koruptor yang meraup untung dari balik penthouse mengilap mereka!”
“Pilihan? TAK ADA PILIHAN LAIN! Teknologi kita akan mengacaukan seluruh rencana mereka! Mereka akan tetap memonopoli dan bakalan menyesali keputusan. Tapi, KITA HARUS TETAP HIDUP, Jennings. Kita harus tetap hidup agar bisa menikmati masa depan!”
“Jennings ...? Hei? Kau masih di sana? Bisa dengar aku, tidak? Jennings?”
“BWUP ... BWUP ... BWUP ....”
Pria itu mengamati bayangan dirinya di kaca jendela. Sudah berhari-hari dia tak tidur, dan matanya tampak seperti bola tak bernyawa yang tenggelam dalam lumpur gelap. Sesaat, dia tak bisa mengenali pantulan dirinya yang mengerikan itu.
“Hawar jahanam!”