Proses: Awalan Dingin
Lokasi penerimaan Tidak ada penanda
Ringkasan
Misi akhir sudah dimulai. Endministrator mendarat di permukaan dan melihat “dia” sudah menunggu di sana.
Langkah
1 Majulah Tidak ada penanda
Tujuan yang mungkin
- Lalui rintangan
- Ingat kembali masa lalu
Radio
?
???
Originium adalah pilar kehidupan, rantai yang menghubungkan semua orang.
?
???
Ekspedisi ini tak boleh gagal.
?
???
Perjalanan ini *bakalan* berat.
?
???
Meluncurlah kalau kau sudah siap.
?
???
Jumlah Aggelos-nya bertambah.
?
???
Maju terus. Jangan berhenti hanya gara-gara tantangan ini.
2 Gunakan luncur gantung untuk melintasi ngarai Tidak ada penanda
Radio
?
???
Musuh datang. Saatnya bertarung.
?
???
Aggelos, bentuk kehidupan paling aneh yang tak kenal lelah.
?
???
Lebih dari seratus tahun, kita berusaha bertahan dari kekacauan dan kehancuran yang mereka timbulkan.
3 Ingat kembali masa lalu Tidak ada penanda
Tujuan yang mungkin
- Kalahkan musuh
- Maju terus
Radio
Endministrator
Bunga-bunga ini ....
?
???
Warisan. Makam. Sosok kesepian yang mestinya tak menanggung beban seberat itu.
?
???
Pada akhirnya ... kau memilih tak menyerah.
4 Gunakan luncur gantung untuk melintasi ngarai Tidak ada penanda
5 Pergi ke menara Tidak ada penanda
Tujuan yang mungkin
- Kalahkan musuh
- Pergi ke menara
- Kalahkan musuh
Radio
?
???
Kita tak bisa mundur lagi. Maju terus.
?
???
Gunakan senjata sejatimu. Buka jalan untuk yang masih hidup.
?
???
Hidup selalu melakukan perlawanan. Itulah kodrat kita, dan takdir kita.
?
???
Bangkitlah dari kehancuran, dan lahirlah kembali dalam abu.
?
???
Akhir perjalanan makin dekat.
?
???
Seberangi ngarai ini dan hadapi ujian terakhirmu.
?
???
Dia masih bernapas! Kita bisa selamatkan dia!
?
???
Bertahanlah, Nak. Kami tak akan meninggalkanmu. Kami di sini.
?
???
Kedinginan? Sini, mendekatlah .... Sudah lebih hangat?
6 Pergi ke menara Tidak ada penanda
Tujuan yang mungkin
- Lintasi padang bunga
Radio
?
???
Kau berkelana melintasi bintang-bintang, melewati kematian sedingin jurang alam semesta, tapi harapan tetap berkobar dalam hatimu.
?
???
Demi kami, dan demi hari-hari yang akan datang—kaukorbankan dirimu sendiri.
7 Gunakan luncur gantung untuk memasuki pertarungan Tidak ada penanda
Tujuan yang mungkin
- Musnahkan musuh
Radio
?
???
Sebenarnya, aku selalu berharap ... kau bisa menemukan jawabannya sendiri ....
?
???
Dan menemukan jati dirimu ....
?
???
Hati-hati, jangan sampai kena.
8 Ingat kembali masa lalu Tidak ada penanda
Radio
?
???
Sekarang! Patahkan lengannya!
9 Maju terus Tidak ada penanda
Tujuan yang mungkin
- Berjalanlah di lengan pahlawan
Radio
Endministrator
Bahkan kau pun ... memutuskan menolongku.
?
???
Pertahankan barisan! Jangan sampai pertahanan kita diterobos!
?
???
Amunisinya sedikit, tapi kru kita tetap solid .... Berapa banyak skuad yang dibutuhkannya?
?
???
Penyintas? Di sini? Mana tim medis?
?
???
Nyaris tak terasa, dasar batu sialan! Cuma begini saja kemampuanmu?
?
???
Kekuatannya makin menjadi-jadi ....
?
???
Lancarkan serangan terbaikmu!
10 Masuk ke masa lalu Tidak ada penanda
Radio
G
Gumaman Dalam (of Ereignis)
Di alam tanpa batas, tak satu pun mahkota bisa terus berjaya.
G
Gumaman Dalam (of Ereignis)
Terangkatlah engkau dengan kejayaan.
G
Gumaman Dalam (of Ereignis)
Bertakhtalah engkau dengan kehormatan.
G
Gumaman Dalam (of Ereignis)
Waktu menguasai engkau.
11 Capai titik akhir Tidak ada penanda
12 Kalahkan Ereignis
Radio
?
???
Suara itu .... Kita harus hentikan hitung mundurnya!
?
???
Kematian ... mendekat ke pesisir ....
G
Gumaman Dalam (of Ereignis)
Fajar. Senja.
13 Maju dan bangkitlah
Radio
?
???
Nama .... Bagaimana kalau ... Perlica?
Dialog lain
3 Dialog naskah yang tidak terikat ke langkah misi tertentu.
G
Gumaman Dalam (of Ereignis)
Terlihat olehku sang pemegang takhta, hanyut dalam kisahnya.
G
Gumaman Dalam (of Ereignis)
Kulihat si pemakai perang, jatuh di tengah darah kental.
G
Gumaman Dalam (of Ereignis)
Kulihat si pencemooh liang kubur, tersesat di tepian ajal.
Dialog interaktif
12 Dipicu dengan berinteraksi dengan objek adegan (batu nisan ×4); hanya diputar jika pemain berinteraksi.
?
Walau kau tak bisa mengingatnya, nama-nama ini membangkitkan rasa duka yang menyesakkan dada. Meski sudah mencoba mengingatnya kembali, yang kauingat hanyalah potongan-potongan gambar.
?
Kau melihat bahtera yang hancur, diam-diam menjauh dari daratan yang porak-poranda.
?
Selubung nostalgia yang rapuh menyelimuti dirimu. Sebuah suara membangkitkan rangkaian nama ....
?
Kal’tsit, Theresa, Theresis ....
?
Scout, Ace, Outcast, Whitesmith ....
?
Buldrokkas’tee, Yelena, Kristen Wright, Rankin ....
?
Suara itu ingin melanjutkan, tapi tiba-tiba lenyap, layaknya salju yang mencair.
?
Hanya saja, setiap langkahmu tetap berpijak di tanah yang kokoh, dan setiap tarikan napas adalah hirupan udara yang dingin.
?
Kata-kata dari berbagai bahasa yang berbeda saling tumpang tindih di atas nisan ini. Kaucoba membaca huruf-huruf itu, tapi kau lalu sadar bahwa huruf-huruf itu terus mengalir, bertabrakan, dan saling bertarung satu sama lain. Kepalamu terasa sakit karenanya.
?
Ini adalah sejarah dari begitu banyak orang dan isinya kisah yang sama. Kini, semua orang beristirahat di tempat ini. Kau harus terus maju.
?
Nisan ini terbelah di bagian tengahnya. Kata-katanya hampir tak terbaca. Kau melihat bayangan menari-nari di celah-celahnya.
?
Mungkin saja, ini memang milikmu—tiba-tiba saja kau ingat—takdir yang semata untukmu seorang.