Dongeng Burdenbeast

Misi Sampingan
Wilayah: Kota Wuling
Lokasi penyelesaian Lihat di peta ↗

Ringkasan

Atas permintaan Lifeng, kamu menuju unit produksi industri dan agrikultur untuk ikut Lokakarya Perawatan Burdenbeast.

Buka

Sebelumnya: hidden47_prtsv1d2unlock

Hadiah

EXP Operasional EXP Operasional ×600 EXP Operasional ★★★★★ Menaikkan Level Otoritas Endministrator. Oroberyl Oroberyl ×150 Oroberyl ★★★★★★ Material buatan yang banyak digunakan untuk merekrut operator. Unit Kognitif Dasar Unit Kognitif Dasar ×14 Unit Kognitif Dasar ★★★★ Material yang akan memberikan sejumlah EXP untuk menaikkan level operator Lv.61-90. Ikhtisar › Kit INSP Senjata Kit INSP Senjata ×26 Kit INSP Senjata ★★★ Material yang akan memberikan cukup banyak EXP senjata. Ikhtisar › Protohedron Protohedron ×4 Protohedron ★★★★ Material untuk meng-upgrade skill operator. Ikhtisar › T-Cred T-Cred ×10,850 T-Cred ★★★★ Disingkat TC. Mata uang ini diakui dan digunakan di banyak tempat.
Audio

Pilih bahasa audio

Suara dialog misi hanya tersedia di CN / EN / JP / KR. Pilih satu untuk pemutaran di bahasa Anda saat ini.

Langkah

1 Baca pesan dari Lifeng
Pembaruan cerita

Atas permintaan Lifeng, kamu menuju unit produksi industri dan agrikultur untuk ikut Lokakarya Perawatan Burdenbeast.

Obrolan grup

Lifeng
Endmin, unit produksi industri dan agrikultur sedang mengadakan Lokakarya Perawatan Burdenbeast. Mampirlah kalau ada waktu!
Lifeng
Hmm ....
Lifeng
Kalau kau datang, tolong pilih burdenbeast-ku, ya?
Lifeng
Namanya Shasha. Dia sangat menggemaskan.
2 Cari Lifeng di unit produksi industri dan agrikultur Lihat di peta

Dialog

Y
Yan Ning
Hebat. Kawanan burdenbeast benar-benar suka anak ini. Kalau aku, mereka pasti bakalan mengusirku dari kandang.
B
Bai Shuang
B-bukan begitu. Lifeng hanya memang lebih disukai hewan-hewan itu.
Lifeng
Satu-satu ya. Camilannya cukup untuk semua, kok. Dengar ya, hari ini ada tamu VIP yang ingin bertemu kalian.
Lifeng
Endmin?
Lifeng
Maaf .... Maaf, aku tak sadar kau sudah datang. Ayo, kuperkenalkan semua burdenbeast yang ikut Pertemuan Petani.
Lifeng
Yah .... Menurutku, sebaiknya semuanya kaulihat. Pemilihannya harus adil, ‘kan?
Lifeng
Tapi aku cukup yakin kau pasti akan pilih dia.
Y
Yan Ning
Orang tua dapat rasa hormat. Anak muda dapat kasih sayang. Sisanya dapat kerasnya hidup.

Radio

Endministrator
Burdenbeast milik Wu Kecil mungkin ada di sekitar sini. Akan kupindai area ini dan cari jejaknya.
3 Dengarkan para petani berbagi pengalaman Lihat di peta 1 Lihat di peta 2
Pembaruan cerita

Semua petani di unit produksi industri dan agrikultur terampil memelihara burdenbeast. Dengarkan pengetahuan unik mereka.

Dialog

Lifeng
Endmin, ini Pak Ouyang. Peternak nomor wahid di unit produksi industri dan agrikultur kita.
Lifeng
Hmm ....
P
Pak Ouyang si Pencinta Kebebasan
Halo. Ini Lil’ Tote. Aku sendirilah yang membesarkannya.
Lifeng
Jadi, bisa jelaskan cara unikmu untuk memelihara ternak?
P
Pak Ouyang si Pencinta Kebebasan
“Terbang” adalah rahasiaku dalam memelihara burdenbeast. Hewan-hewan ini tak merasa bebas kalau terus di darat. Jadinya, mereka akan stres.
P
Pak Ouyang si Pencinta Kebebasan
Lihat saja. Dia kelihatan jauh lebih bahagia daripada burdenbeast lain.
P
Pak Ouyang si Pencinta Kebebasan
Jadi, aku pasang alat levitasi magnetis di kandang burdenbeast, dan Lil’ Tote kuberi jatah waktu “terbang” setiap hari.

Radio

W
Wu Kecil
Itu dia!
Endministrator
Banyak petani di sini. Kenapa tak ada yang mengantarnya pulang?
W
Wu Kecil
Burdenbeast begitu disukai di Wuling. Semua orang membiarkan mereka bebas berkeliaran.
Endministrator
Pantas saja di mana-mana ada wadah pakan burdenbeast.
4 Dengarkan para petani berbagi pengalaman Lihat di peta
Pembaruan cerita

Semua petani di unit produksi industri dan agrikultur terampil memelihara burdenbeast. Dengarkan pengetahuan unik mereka.

Radio

Endministrator
Aku harus cari di tempat yang disebutkan Wu Kecil itu.
5 Cari Burdenbeast Tua yang hilang Lihat di peta 1 Lihat di peta 2 Lihat di peta 3
Pembaruan cerita

Wu Kecil, seorang penggembala, datang minta bantuanmu untuk mencari Burdenbeast Tua yang dipeliharanya.

Dialog

Lifeng
Ini Nona An. Dia juga jago memelihara burdenbeast. Yang di sebelahnya itu Miaomiao.
N
Nona An yang Percaya Takhayul
Senang bertemu denganmu, Endmin.
N
Nona An yang Percaya Takhayul
Saat Miaomiao lahir, aku mencatat Delapan Sifat Lahirnya. Hasilnya menunjukkan bahwa dia kekurangan unsur air, jadi dia kuberi nama yang mengandung enam karakter air.
N
Nona An yang Percaya Takhayul
Sebentar. Aku butuh Delapan Sifat Lahirmu juga. Harus dipastikan dulu kalian berdua cocok.
N
Nona An yang Percaya Takhayul
Dalam memelihara burdenbeast, aku mengutamakan pendekatan ilmiah sekaligus metafisika.
N
Nona An yang Percaya Takhayul
Selain racikan pakan yang sehat dan kandang yang nyaman, aku juga memperhatikan horoskop mereka.
N
Nona An yang Percaya Takhayul
Seluruh kandangnya juga kucat dengan warna biru air.

Radio

Endministrator
Dia sampai sini sendiri? Padahal tadinya kukira dia sudah tak sanggup jalan.
6 Cari ladang berdasarkan ingatan Burdenbeast Tua Lihat di peta
Pembaruan cerita

Setelah menemukan si Burdenbeast Tua, dia memintamu membantunya mencari ladang tempatnya dulu bekerja semasa mudanya.

Dialog

Lifeng
Masih ada satu lagi di sini, Endmin.
Lifeng
Emm, ya dia inilah Shasha ....
?
???
Hei, kau! Kau yang namanya Endmin, ‘kan?!
Lifeng
Eh, Dik. Tak boleh kasar begitu. Orang ini tamu istimewa.
?
???
Maaf .... Aku sungguh minta maaf .... Tapi ada kejadian buruk, dan aku sangat panik.
?
???
Aku Wu, penggembala di sini. Tadi aku bersih-bersih kandang, lalu sadar ada satu burdenbeast hilang.
W
Wu Kecil
Dia sudah sangat tua ... dan sakit-sakitan .... Aku tak bisa menemukannya di mana pun ....
W
Wu Kecil
Semua orang bilang, kau sangat hebat, Endmin! TOLONG AKU! YAYAYAYA?
Lifeng
Bagaimana dengan Pertemuan Petaninya ....
Lifeng
Ehehehe .... Aku sebenarnya bukan peternak, jadi aku tak terlalu ahli ....
Lifeng
Benar juga. Kita harus cepat cari burdenbeast yang hilang itu.
W
Wu Kecil
Di sekitar ladang-ladang sana. Tapi di sana banyak rumah petani ... entahlah dia lari ke mana.
7 Cari ladang berdasarkan ingatan Burdenbeast Tua Lihat di peta
Pembaruan cerita

Setelah menemukan si Burdenbeast Tua, dia memintamu membantunya mencari ladang tempatnya dulu bekerja semasa mudanya.

8 Ambilkan air untuk si Burdenbeast Tua Tidak ada penanda
Pembaruan cerita

Karena “dipaksa” oleh si Burdenbeast Tua, kamu terpaksa pergi ke pintu air utama Xiranflow untuk mengambilkan air segar.

Dialog

W
Wu Kecil
Hei! HENTIKAN! Jangan angkat pantatmu! Tak boleh buang kotoran di sini!
W
Wu Kecil
Ternyata kau di sini! Pantas tak ketemu di mana-mana! SAATNYA! PULANG!
B
Burdenbeast Tua
Santai saja, Nak .... Dunia ini adalah padang rumputku. Aku bebas ke mana saja. Anak kecil sepertimu tak bisa seenaknya menyuruh-nyuruhku.
P
Petani yang Bingung
Sudah kauperiksa tinggi tanaman tomatnya? Grup tiga sepertinya lebih pendek dibanding yang lainnya.
P
Petani yang Keheranan
Kadar air substratnya mungkin kurang. Kemarin kutemukan bocor kecil di katup irigasi.
W
Wu Kecil
Duh. Jangan melenguh terus! Kau harus ikut aku, mau tak mau!
B
Burdenbeast Tua
SURUH AKU JALAN?! TAK MAU!
W
Wu Kecil
AYO! JALAN! SEKARANG!
W
Wu Kecil
*Hoo* ... *ffff* ... aku sangat kesal .... BAIKLAH! Terserah saja! Aku ... tak peduli lagi dengan omong kosong ini lagi!
B
Burdenbeast Tua
Hei, kenapa menghalangiku? Kau juga mau masukkan aku ke kandang?
B
Burdenbeast Tua
Dasar bocah tengil. Iya, aku bicara denganmu!
B
Burdenbeast Tua
Kembali ke kandangku? Coba saja bujuk aku.
B
Burdenbeast Tua
Aku bukannya hilang. Aku mencari ladang tempatku dulu bekerja semasa masih muda dan kuat.
B
Burdenbeast Tua
Ehem. Intinya, aku paling bahagia saat berada di ladang yang istimewa itu. Aku kesal kalau ada bocah yang memaksaku tinggal di kandang sempit.
B
Burdenbeast Tua
Uh. Mataku sudah tak tajam lagi, otakku juga makin lambat. Aku tak yakin masih ingat letak ladangnya ....
B
Burdenbeast Tua
Mau aku kembali ke kandang? Boleh saja. Tapi kau harus cari dulu ladangnya untukku. Aku hanya perlu melihatnya dengan cermat, lalu aku akan ikut pulang.
B
Burdenbeast Tua
Memangnya tampangku seperti tukang bohong yang suka membodohi anak muda? Ladang Wuling itu tak jauh dari sini. Ayo antar aku ke sana.
B
Burdenbeast Tua
Dulu, aku paling bahagia saat menarik bajak. Eh, atau saat bibit mulai tumbuh .... Eh, bukan, sih. Aku paling bahagia saat panen melimpah.
B
Burdenbeast Tua
Ini ... ya? Hmm. Rasanya tak asing ... tapi juga asing .... Mungkin aku pernah ke sini .... Tunggu. Benarkah aku pernah ke sini?
B
Burdenbeast Tua
Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya.
B
Burdenbeast Tua
Tidak .... Sepertinya bukan .... Lebih baik kita periksa ladang berikutnya.
B
Burdenbeast Tua
MOOOO—

Radio

W
Wu Kecil
Dia sudah ada sejak aku masih sangat kecil. Dulu aku suka tidur di punggungnya, suara lenguhannya jadi lagu nina boboku.
W
Wu Kecil
Sambil menungganginya, musim panas lewat begitu saja, tahun-tahun berlalu tanpa terasa.
W
Wu Kecil
Lalu, dia makin tua dan tak kuat kerja lagi ... gendong aku pun sudah tak mampu. Banyak dokter hewan sudah memeriksanya, tapi mereka cuma menggeleng sambil bilang, “Kalau saatnya sudah tiba, ya sudah.”
Endministrator
Kalau begitu .... Habiskan lebih banyak waktu dengannya. Hargai setiap detik selagi dia masih hidup.
W
Wu Kecil
Memang itulah yang kulakukan. Kubuat kandang yang nyaman, jeraminya empuk dan hangat. Air dan makanannya pun yang terbaik. Tapi dia tak mau semua itu. Sepertinya dia hanya rindu ladangnya.
W
Wu Kecil
Kulihat kau memberinya air mentah .... HUWAAAAAA! Padahal aku selalu beri dia sup buah segar! Campuran spesialku manjur usir masuk angin!
Endministrator
Sudah, sudah. Jangan nangis lagi ....
9 Bicara dengan Burdenbeast Tua Lihat di peta
Pembaruan cerita

Bicara dengan si Burdenbeast Tua yang tiba-tiba muncul di pintu air utama Xiranflow.

Dialog

B
Burdenbeast Tua
Aduh .... Kaki tuaku ini .... Uh .... Aku ngos-ngosan. Harus istirahat sebentar.
B
Burdenbeast Tua
Aku sudah tak bisa gerak lagi. Lututku kaku dan tenggorokanku kering. Tolong ... carikan air untukku.
B
Burdenbeast Tua
Hmm .... Biar kupikir dulu. Aku tak mau opsi yang kautawarkan. Aku hanya mau minum air murni dari pintu air utama Xiranflow.
B
Burdenbeast Tua
Huh. Kalau kau tak mau, kuberaki sepatumu nanti.

Radio

W
Wu Kecil
Hhh .... Biasanya pak tua itu rebahan saja di rumah. Kukira dia sudah tak bisa menari lagi.
W
Wu Kecil
Sepertinya dia bersenang-senang. Aku tak mau ganggu.
10 Bicara dengan Wu Kecil Lihat di peta
Pembaruan cerita

Tenangkan Wu Kecil.

Dialog

Endministrator
Tunggu .... Bukankah itu ...?
Endministrator
Airnya sudah cukup. Saatnya mengantarkannya kepada burdenbeast tua itu .... Eh?
11 Ikuti Wu Kecil dan kejar si Burdenbeast Tua Lihat di peta
Pembaruan cerita

Si Burdenbeast Tua pergi dengan marah. Kamu dan Wu Kecil harus segera mengejarnya.

Dialog

B
Burdenbeast Tua
Aku memang sudah tua. Hhh .... Dulu, seluruh denah kota bisa kuingat di luar kepala.
B
Burdenbeast Tua
Benar. Kota ini sudah berubah. Dulu, tak ada yang tahu soal Xiranflow .... Tak ada apa-apa selain Ombak Hawar yang menghempas segalanya. Banyak temanku mati. Padahal, mereka semua hewan baik ....
B
Burdenbeast Tua
Tentu saja. Burdenbeast seperti kami bisa mencapai tempat-tempat tak terjangkau dan membawa barang yang bahkan tak bisa diangkut oleh Tianshi sekalipun.
B
Burdenbeast Tua
Hmm .... Sudah cukup istirahatnya. Ayo lanjut.
W
Wu Kecil
JANGAN JALAN LAGI!
B
Burdenbeast Tua
Kau tadi ...?
W
Wu Kecil
TIDAK! Apa sih maksudmu? Aku tak suka mengikutimu! Aku juga sama sekali TIDAK khawatir!
B
Burdenbeast Tua
Aku tak bilang apa-apa, Nak .... Jangan langsung bilang semuanya begitu, dong.
W
Wu Kecil
Jangan buat aku kerepotan! Ayo pulang! SEKARANG JUGA!
B
Burdenbeast Tua
Aku merepotkanmu? Memangnya aku pernah merepotkan orang?!
W
Wu Kecil
Aku bahkan tak sempat selesaikan kerjaku hari ini! Semua gara-gara kau! Kau kabur, jadi harus kukejar!
B
Burdenbeast Tua
Oh, hoho. Baru pertama kali seumur hidupku! Ada bocah menyebalkan yang menganggap aku merepotkannya!
W
Wu Kecil
Bukan! Maksudku bukan begitu ....
B
Burdenbeast Tua
Kakiku masih kuat, jadi aku tak akan ganggu kau lagi. Aku bisa cari ladangnya sendiri kok, terima kasih! Jangan ikuti aku lagi!
B
Burdenbeast Tua
Kau merusak pemandangan, tahu. Minggir sana!
B
Burdenbeast Tua
Pertanyaan bagus. Kenapa aku di sini, ya .... Mungkin ada yang membawaku ke sini. Mungkin dibawa layang-layang? Aku tadi haus sekali ....
B
Burdenbeast Tua
*Berdesah* Ingatanku makin kacau. Sepersekian detik yang lalu saja sudah lupa.
W
Wu Kecil
Dia belum pernah semarah ini .... Aku hanya ingin dia pulang dan istirahat di kandang.
W
Wu Kecil
Bagaimana kalau dia tak mau jadi temanku lagi? Aku ... aku tak bisa biarkan dia berkeliaran seperti ini .... Bagaimana ya, Endmin?
W
Wu Kecil
Kita masuk dan cari dia, yuk?
W
Wu Kecil
Uh .... Aku juga cium baunya .... Ikuti aku.
W
Wu Kecil
Astaga naga .... Pak tua itu meninggalkan setimbun kotoran untuk kita!
W
Wu Kecil
Rupanya itu alasannya mondar-mandir di depan Akademi! Dia cari tempat buang hajat.

Radio

Endministrator
Dia menghilang ...? Kok bisa?
12 Temukan sumber bau Lihat di peta 1 Lihat di peta 2
Pembaruan cerita

Kamu dan Wu Kecil mencium aroma aneh yang ditinggalkan si Burdenbeast Tua. Ini mungkin petunjuk.

13 Pergi ke Alun-Alun Warga Lihat di peta
Pembaruan cerita

Pergi ke Alun-Alun Warga untuk mencari si Burdenbeast Tua

14 Ambil foto bersama Lihat di peta
Pembaruan cerita

Atas permintaan si Burdenbeast Tua, kamu memotret seluruh kerumunan di Alun-alun Warga.

Dialog

B
Burdenbeast Tua
Oho. Kiri, Sayang, kiri! Rasakan energinya. Goyangkan pinggulmu. Kanan, Sayang, kanan! Goyangkan bahumu .... Satu, dua, tiga, empat! Satu putaran lagi, Semuanya.
W
Wu Kecil
Hmm. Ternyata kau di sini. Kukira tadi kau sembunyi merajuk. Tak kusangka kau justru menari di alun-alun.
B
Burdenbeast Tua
Merajuk? Ah, mana mungkin. Aku tak suka merajuk dengan anak kecil. Ya mungkin sih, tapi tak akan lama-lama.
W
Wu Kecil
Hmm. Aku bawa sup buah nih. Untuk seseorang.
B
Burdenbeast Tua
Sup buah segar? Hadeh. Ini tempatku santai, tahu! Masa pak tua tak boleh minum minuman yang layak? Misalnya soda DU-ARR?
W
Wu Kecil
Tak boleh. Kau sudah terlalu tua untuk minum minuman energi fungsional seharian!
B
Burdenbeast Tua
Dulu kerja tak ada habisnya .... Wajib minum minuman energi fungsional agar bisa terus kerja.
W
Wu Kecil
Itu karena kau tak mau istirahat dan memaksa kerja terus di ladang. Aku sudah suruh berhenti, tapi kau TAK pernah mau dengar!
B
Burdenbeast Tua
Sudah, sudah, jangan saling menyalahkan. Aku sudah ambil pelajaran dan sekarang olahraga dengan benar. Masih ingat gerakan ini? Dulu setiap pulang ladang, pasti aku olahraga dulu.
W
Wu Kecil
Tentu ingat. Dulu kau dijuluki si Burdenbeast Penari dari Wuling. Semua burdenbeast ingin meniru gerakanmu.
B
Burdenbeast Tua
Jangan terus bahas masa laluku yang legendaris. Intinya, pahlawan sejati pasti akan tampak hebat di mana saja. Bagaimana menurutmu? Aku masih jago menari, tidak?
W
Wu Kecil
Tentuuu .... Gerakanmu masih gemulai, bikin semua patah hati.
B
Burdenbeast Tua
Ooh .... Syukurlah .... Kurasa memang begitu.
B
Burdenbeast Tua
Oh, kau ternyata bawa kamera. Coba ambil fotoku. Aku tak yakin akan punya kesempatan menari lagi lain kali.
W
Wu Kecil
Endmin, bisa agak mundur sedikit? Aku juga ingin ikut difoto.
B
Burdenbeast Tua
Menurutku sekalian saja mundur jauh! Ambil foto seluruh kerumunan di alun-alun!

Radio

Endministrator
Wu Kecil, bantu aku giring burdenbeast-nya keluar dari sini! Aku tak ingin mereka malah terluka gara-gara aku.
W
Wu Kecil
Bukan masalah. Serahkan kepadaku.
15 Bahas keberadaan Burdenbeast Tua dengan Wu Lihat di peta
Pembaruan cerita

Si Burdenbeast Tua tiba-tiba saja lenyap. Mungkin ada petunjuk dalam foto yang kamu ambil.

16 Ikuti Wu Kecil ke pinggiran kota Lihat di peta
Pembaruan cerita

Setelah si Burdenbeast Tua menghilang dari Alun-Alun Warga, kamu dan Wu Kecil mengikuti jejak kaki di foto menuju pinggiran kota.

Dialog

W
Wu Kecil
TUNJUKKAN SINI!
W
Wu Kecil
Sepenglihatanku ... dia menuju pinggiran kota. Kenapa ya? Padahal ladangnya bukan di sana.
W
Wu Kecil
Ingin perlihatkan sesuatu kepadaku?
W
Wu Kecil
Apa?! Ke mana pak tua itu pergi ...? Jangan-jangan dia kabur lagi ...?
W
Wu Kecil
Eh .... Ke mana dia? Kali ini jejak kakinya pun tak ada ....
W
Wu Kecil
Ladang eksperimen Stasiun Sains. Semua ditinggalkan setelah kecelakaan sepuluh tahun lalu. Biasanya burdenbeast ke sana untuk merumput.
W
Wu Kecil
Mungkin dia lapar .... Aduh. Kita harus ke sana sekarang juga, ada orang yang lihat waterlamp berkeliaran.

Radio

B
Burdenbeast Tua
Ini ... ladangnya?
W
Wu Kecil
Iya. Sepetak ladang hortikultura milik Akademi. Ada petak-petak kecil untuk uji coba juga.
17 Kalahkan waterlamp Lihat di peta
Pembaruan cerita

Singkirkan waterlamp di pinggiran kota.

18 Cari Burdenbeast Tua Lihat di peta 1 Lihat di peta 2
Pembaruan cerita

Si Burdenbeast Tua sudah berbaur dengan kawanan. Cari cara untuk mengenalinya.

Dialog

W
Wu Kecil
Kita sangat beruntung .... Tak ada burdenbeast yang terluka.
W
Wu Kecil
Ee ....

Radio

W
Wu Kecil
Lihat jejaknya. Kenapa ... dia mondar-mandir di gerbang Akademi?
19 Pergi ke ladang tempat si Burdenbeast Tua dulu bekerja Lihat di peta
Pembaruan cerita

Pergi ke ladang tempat si Burdenbeast Tua bekerja.

Dialog

B
Burdenbeast yang Bingung
Moo?

Radio

Endministrator
Sepertinya ini tempat yang dimaksud Wu Kecil. Ayo cari.
20 Bicara dengan Lifeng Lihat di peta
Pembaruan cerita

Saat terbangun dari mimpi, hanya ada Lifeng di hadapanmu.

Dialog

B
Burdenbeast yang Bingung
Moo ...?

Radio

?
???
Kontaminasi Hawar di ladang eksperimen lama sudah terlalu parah. Tak ada satu pun burdenbeast bisa bekerja di sana.
?
???
Untungnya, atasan memberiku lahan baru. Akan dibuat langsung di area Akademi ....
?
???
Semoga ini awal hal yang indah. Kalau Wuling akan dibangun jadi kota, teknologiku pasti dibutuhkan.
?
???
Kota ini butuh aku.
?
???
......
?
???
Ada hal aneh terjadi. Zhao terus-terusan datang ke labku.
?
???
Dia terus mengajak makan siang bersama. Bahkan dia memberiku hadiah .... Hmm. Apa dia ... sedang memikirkan ....
?
???
... model algoritmik baru yang baru saja kubuat itu?
21 Temukan sumber bau
Pembaruan cerita

Kamu dan Wu Kecil mencium aroma aneh yang ditinggalkan si Burdenbeast Tua. Ini mungkin petunjuk.

Dialog lain

64

Dialog naskah yang tidak terikat ke langkah misi tertentu.

B
Burdenbeast yang Gagal PDKT
MOOOO—
B
Burdenbeast Tua
Ini tak pantas, Nak! Aku terlalu tua untuk urusan begituan!
B
Burdenbeast yang Gagal PDKT
MOO! MOOOO!
B
Burdenbeast yang Gagal PDKT
MOO!
B
Burdenbeast Tua
Jangan dekat-dekat, Nak! Dengar kata pak tua ini. Cinta tak bisa dipaksakan!
B
Burdenbeast Tua
Hei! KALIAN BERDUA! Jangan bengong saja, usir bocah usil ini!
B
Burdenbeast Tua
Duh. Anak muda itu akhirnya menyerah juga. Dia langsung kejar sejak aku datang .... Hmm. Tertawalah sepuasnya. Tak sehat kalau dipendam.
W
Wu Kecil
Hah. Tak kusangka setua kau masih bisa dapat pasangan.
B
Burdenbeast Tua
Apa maksudmu? Dulu aku primadona di sini. Banyak sapi jantan dan betina antre sampai ke ujung kota cuma demi bisa dekat-dekat denganku! Kalau bukan karena ladang, aku pasti sudah ... aku pasti ....
W
Wu Kecil
... Jangan khawatir lagi. Kau pasti akan menemukan ladang baru, membajak tanah baru, dan menanam tanaman baru.
B
Burdenbeast Tua
Jadi ... apa yang terjadi dengan ladang itu ...?
B
Burdenbeast Tua
Aku hanya ingin tahu apa ladangnya baik-baik saja. Bayangkan kalau aku benar-benar sampai ke sana .... Aku pasti malah bikin repot semua orang ....
W
Wu Kecil
Tidak. Semua orang pasti sangat senang kalau kau datang .... Aku sangat butuh satu bantuan lagi, Endmin.
W
Wu Kecil
Tolong bantu aku antar pak tua ini ke ladangnya.
W
Wu Kecil
Kau pasti tak akan berakhir sendirian di kandang nyaman, dengan bocah ingusan ini sebagai teman satu-satunya.
B
Burdenbeast Tua
Romansa cuma hal yang terlalu dibesar-besarkan. Aku lebih suka habiskan waktu di ladang bersama anak nakal berkaki dua ini. Mawar? Halah. Bulir-bulir gandum keemasan. Itu baru impianku.
W
Wu Kecil
Ya, ya, terserah deh. Sampai sekarang kita tak tahu kenapa tiba-tiba ada yang lari sendiri ke pusat percomblangan burdenbeast tanpa aba-aba ....
W
Wu Kecil
Tahu tidak betapa cemasnya aku saat kau tiba-tiba hilang lagi?
B
Burdenbeast Tua
Soalnya ... aku tiba-tiba ingat sesuatu di alun-alun tadi. Aku harus ke tempat ini sebelum ingatanku hilang lagi.
B
Burdenbeast Tua
Samar-samar .... Sepertinya aku lihat Hawar menyapu ladangku .... Aku berdiri persis di sampingnya .... Tak bisa berbuat apa-apa ....
W
Wu Kecil
Ladangnya sedang siap-siap dipanen, begitulah.
B
Burdenbeast Tua
Bagus .... Bagus sekali .... Kita sebaiknya pulang sekarang.
W
Wu Kecil
Tidak, kok. Semua orang merindukanmu.
B
Burdenbeast Tua
Hhh. Aku ini tak berguna dan mudah merajuk. Sudah tak bisa membantu orang lagi.
B
Burdenbeast Tua
Wu Kecil, kau tak mau membiarkan aku ke sini ... karena kau tahu .... Ladangnya ... sudah tak ada lagi, ‘kan?
B
Burdenbeast Tua
Sudah sewajarnya. Burdomuck. Pupuk terbaik sepanjang masa.
B
Burdenbeast Tua
Biar aku rebahan sebentar. Nanti juga pulih.
W
Wu Kecil
Maaf ....
B
Burdenbeast Tua
Si bocah tengil ini jadi sendu lagi. Kenapa minta maaf segala sih?
W
Wu Kecil
Aku terus mengabaikanmu dan mengurungmu di kandang ....
B
Burdenbeast Tua
Uh. Dasar berisik. Aku tak mau dengar rengekan tak jelas. Lebih baik kita saling usil saja. Aku suka itu.
B
Burdenbeast Tua
Nak, coba lihatnya begini. Ladang kecil ini sumber kehidupan. Banyak benih akan tumbuh dari sini. Kelak orang-orang akan menanam benih itu ke tempat yang lebih jauh lagi.
B
Burdenbeast Tua
Nak .... Sudah ada yang mengurus ladang dan tanaman. Tapi bagaimana denganmu? Kalau aku sudah tidak ada, siapa yang akan membawamu ke mana-mana?
W
Wu Kecil
A-aku ... akan baik-baik saja .... Sekarang aku sudah tinggi dan kuat. Aku bisa pergi ke tempat-tempat jauh tanpa harus menunggangimu .... Bahkan ke tempat yang sangat jauh.
B
Burdenbeast Tua
Oke. Aku lega mendengarnya. Lega sekali.
B
Burdenbeast Tua
Jangan pilih-pilih makanan. Makan tepat waktu. Jangan lupa olahraga, ya! Itu rahasia agar tinggi dan kuat.
B
Burdenbeast Tua
Mmmhmm .... Lega sekali rasanya!
B
Burdenbeast Tua
Ayo serap semuanya, Tanaman Kecilku! Tumbuh lebih cepat, lebih tinggi, dan lebih lebat .... Nah, begitu!
B
Burdenbeast Tua
Oh .... Astaga. Urusan perut begini sungguh melelahkan.
W
Wu Kecil
Seluruh hidupmu sudah kauabdikan untuk ladang kecil ini. Kini, setelah pensiun pun, kau tetap peduli. Hanya saja ....
W
Wu Kecil
Hanya saja ... rasanya tak sepadan. Kau sudah memberi begitu banyak. Sekarang saatnya lanjutkan hidup ....
B
Burdenbeast Tua
Benih-benih kecil itu sudah menjelajahi dunia selain ladang. Mereka melakukannya untukku.
B
Burdenbeast Tua
Jadi, saat aku melihat ladang ini, tanaman-tanamannya, dan bulirnya yang indah, tak ada yang perlu kusesali lagi.
W
Wu Kecil
Masih ada yang ingin kaulakukan?
B
Burdenbeast Tua
Satu beban lagi terangkat dari si tua ini.
W
Wu Kecil
Hmm ....
B
Burdenbeast Tua
Anak baik .... Oh iya ....
W
Wu Kecil
Ya?
B
Burdenbeast Tua
Jus buah segarnya jangan diberi jahe .... Rasanya jadi jijik, tahu.
W
Wu Kecil
......
B
Burdenbeast Tua
Jaga diri, ya ....
W
Wu Kecil
Tentu saja! Ini ladang si burdenbeast tua itu.
B
Burdenbeast Tua
Ah, iya betul, ini tempatnya ... AHHHH .... Semua ingatanku kembali.
W
Wu Kecil
TAK BISA KUPERCAYA! Hal pertama yang kaulakukan di tempat yang paling kaurindukan ... kau malah buang hajat di situ?
Lifeng
Kenapa tidur di rumput? Nanti masuk angin, lho!
Lifeng
Akademi? Kelihatannya kau masih linglung gara-gara baru bangun tidur. Ini unit produksi industri dan agrikultur.
Lifeng
Kelihatannya kau hanya bermimpi. Ada profesional yang mengurus semua burdenbeast di sini dan menjaga keamanan mereka.
Lifeng
Burdenbeast Tua yang kaulihat dalam mimpi itu .... Mungkin kau pernah lihat dia secara langsung. Coba ceritakan kepadaku. Aku tahu semua burdenbeast di sini, siapa tahu aku bisa menemukannya.
Lifeng
Informasinya kurang jelas. Kalau cuma dengan informasi itu, aku tak bisa mulai mencari ....
Lifeng
Jadi ....
Lifeng
Pertemuan Petani malah selesai lebih awal. Shuang dan Yan Ning sudah pergi.
Lifeng
Ada Tianshi tua dari Akademi yang mendadak wafat. Shuang dan Yan Ning pergi untuk memberikan penghormatan terakhir.
???
Endmin! Bangun! Ayo bangun!
Lifeng
Kata orang ... beliau masih sangat terikat dengan ladang eksperimennya.