Kemurnian Menyingkap Batu Keras

Misi Utama
Bab: Bab II Wilayah: Kampung Benteng Qingbo Operator: Tangtang
Lokasi penerimaan Lihat di peta ↗
Lokasi penyelesaian Lihat di peta ↗

Ringkasan

Temani Tangtang ke tepi sungai dan cari tempat persembunyian pengikut setia Ruan Yi.

Buka

Audio

Pilih bahasa audio

Suara dialog misi hanya tersedia di CN / EN / JP / KR. Pilih satu untuk pemutaran di bahasa Anda saat ini.

Langkah

1 Pergi ke tepi sungai Lihat di peta

Dialog

Tangtang
Mereka menutup gerbangnya! Aku akan terobos masuk!
2 Pergi ke persembunyian pengikut setia Ruan Yi Lihat di peta

Radio

Tangtang
*Berdesah* ....
Tangtang
Sepertinya ada kabut tebal juga antara aku dan Kakakku.
Tangtang
Dia menyimpan rahasia dan tak pernah bercerita tentang apa pun .... Aku bersikap baik, jadi tak pernah bertanya.
Tangtang
Topeng Gelap, begitu kabutnya pudar .... Sial. Terserahlah. Aku tetap adiknya. Aku harus bisa menerimanya.
Endministrator
Tenang saja, Ketua. Aku akan menemanimu, apa pun yang kita temukan nanti.
3 Pergi ke persembunyian pengikut setia Ruan Yi Lihat di peta

Radio

Tangtang
Akan kutarikkan sakelarnya!
4 Pergi ke Mata Air Leluhur Lihat di peta
Pembaruan cerita

Temani Tangtang dan kuburkan tanduk Ruan Yi di dekat Mata Air Leluhur.

Dialog

?
Seluruh dinding tertutup topeng orang Kampung. Entah kenapa, ada beberapa topeng Landbreaker juga di dinding.

Radio

Tangtang
Baiklah! Ayo masuk!
Endministrator
Masih ada lagi!
Tangtang
Pft. Sejak bayi aku sudah naik perahu di sungai! Semua badai dan gelombang pernah kuhadapi!
Tangtang
Ayo, hadapi aku!
5 Kuburkan tanduk Ruan Yi Lihat di peta

Dialog

?
Instrumen yang “diambil” dari Wuling. Tapi, alat ini jarang digunakan karena kurangnya sumber daya di Kampung Benteng.

Radio

Tangtang
Jalurnya lumayan sulit. Jangan jauh-jauh. Jangan sampai jatuh.
Tangtang
Kalau kau takut, kau boleh pegang tanganku.
Endministrator
Lebih baik kau berhati-hati. Kalau salah satu tersandung, kita berdua akan jatuh.
Tangtang
Jangan bilang begitu!
Tangtang
Bagaimana? Siapa lagi yang benci Ketua? Sini, ikutlah pestanya!

Dialog lain

146

Dialog naskah yang tidak terikat ke langkah misi tertentu.

Tangtang
Tunggu .... Orang-orang ini ...
Tangtang
Tetap merunduk ....
L
Landbreaker yang Arogan (Arrogant Landbreaker)
Siapa yang ... mau ikut, berdirilah bersama kami. Tak ada masa depan ... bersembunyi di sini.
P
Pembilas Kotoran
BERANI-BERANINYA KAU! Orang Kampung sejati tak akan bergabung dengan sampah Hawar! Kami orang terhormat!
L
Landbreaker yang Arogan (Arrogant Landbreaker)
“Sampah Hawar”...? *Bergumam*. Jangan lupa ... Ruan Yi sendirilah ... *bergumam* ... yang mengundang kami kemari.
L
Landbreaker yang Arogan (Arrogant Landbreaker)
Ruan Yi ... *bergumam* ... sendiri datang kepada kami demi balas dendam. Kalian cuma anak buahnya, kalian pikir kalian lebih baik?
P
Pembilas Kotoran
KURANG AJAR KAU—!
W
Warga Kampung Benteng yang Ragu (Hesitant Stockade Resident)
Iya .... Kakak sudah mati. Paman Shang sendiri tak akan mampu melawan Wuling.
W
Warga Kampung Benteng yang Tegas (Decisive Stockade Resident)
Masa bodoh. Aku ikut siapa saja yang bisa membuat Wuling menderita.
P
Pembilas Kotoran
Dasar pengkhianat tak bernyali ....
W
Warga Kampung Benteng yang Ragu (Hesitant Stockade Resident)
Bagaimana ini, Pembilas Kotoran? Mereka pergi bersama gerombolan orang kita.
P
Pembilas Kotoran
Hrrmph. Aku dan Paman Shang tak setuju dengan Kakak saat dia ingin bertemu mereka .... Kampung Benteng tak butuh orang asing bedebah! Urusan kita dengan Wuling itu urusan pribadi!
Tangtang
... Topeng Gelap, apa kau tahu ...
Tangtang
... hal yang paling kubenci dari Kakakku adalah dia menghancurkan Kampung kami! Rumah kami! Dan dia melakukannya karena rasa bencinya!
Tangtang
Lalu dia menyuruhku membawa tanduknya ke Wuling ... dan memohon kepada Zhuang Fangyi agar menerimaku ....
Tangtang
Apa dikiranya aku ini tak becus? Bahwa aku akan meninggalkan Kampung, rumah, dan Geng kami?
Tangtang
Apa dikiranya jadi Ketua itu sekadar main-main saja?
Tangtang
Dia salah besar! Akan kuperbaiki semua yang sudah dihancurkannya .... Akan kusatukan lagi semuanya!
Tangtang
Masa bodoh dengan kawanan breaker itu ....
P
Pembilas Kotoran
Bagaimana kalian bisa menyusup ke tempat kami?
Tangtang
Kukira kau ingin balas kebaikan kami karena membebaskanmu. Makanya kaubawa kami ke sini, ya?
P
Pembilas Kotoran
Hmph. Jangan kira kau bisa pergi. Akan kuberi tahu Paman Shang. Dia akan siapkan “hidangan” yang layak untukmu.
Tangtang
Sialan. Dia masuk lebih dalam lagi ke tempat ini ....
W
Warga Kampung Benteng yang Ragu (Hesitant Stockade Resident)
Kenapa buru-buru, Nona Adik? Ayolah. Biar senjata kita saja yang bicara.
Tangtang
Hmph. Kakakku ternyata punya “markas” lain. Pantas saja tak ada barangnya di Kampung Benteng.
Tangtang
Iya, dari baunya. Bau keras kepala dan membandel darinya.
Tangtang
Eh .... Topeng Gelap? Bisa ... tunggu sebentar?
Tangtang
Orang pendiam biasanya memendam banyak hal di hatinya. Tapi tak seorang pun bisa selamanya memendam segalanya. Pasti ada rahasia yang akan terungkap.
Tangtang
Aku ingin lihat lebih dekat .... Ingin tahu apa yang disimpannya di tempat ini.
Tangtang
Ini ... barang-barang ayah?
Tangtang
Oh. Mungkin ayahku mengambilnya dari seorang Tianshi. Kami dulu bertarung melawan orang-orang Wuling hampir setiap hari. Dapat banyak jarahan.
Tangtang
Aku tak ingin jadi Ketua seperti itu.
Tangtang
Tidak akan.
Tangtang
Apa ini dari tempat lain ...? Tapi ayahku tak pernah meninggalkan wilayah ini.
Tangtang
Apa maksudmu ...? Jadi ini ... milik ayahku?
Tangtang
Mustahil. Ayahku seorang Tianshi ...? Tak mungkin.
Tangtang
... Cukup, Topeng Gelap. Aku tahu kau mau bilang apa. Aku tak bodoh.
Tangtang
Memang, Kampung Benteng punya hubungan yang rumit, kasar, penuh amarah, dan gila dengan Wuling. Rumit sekali, tak seorang pun bisa sepenuhnya paham.
Tangtang
Tapi aku juga tahu kami punya bahasa dan tradisi yang sama .... Mungkin dulu kami semua adalah bagian dari suatu Geng yang lebih besar.
Tangtang
Aku terus memikirkan hal itu. Tapi kurasa belum cukup bijak untuk memahaminya.
Tangtang
Ada satu pertanyaan. Kalau kita adalah bagian dari Geng yang lebih besar, apa yang dilakukan Ketua Agung saat itu?
Tangtang
Bagaimana bisa Ketua membiarkan Gengnya terpecah jadi dua?
P
Pembilas Kotoran
Paman Shang, bocah kecil itu datang ke sini ....
P
Paman Shang
Tentu saja. Gadis itu bukan pengecut. Ruan Yi sendirilah yang membesarkannya.
Tangtang
Lama tak jumpa, Paman Shang. Kuharap Paman baik-baik saja.
P
Paman Shang
Terima kasih, Nona Adik. Aku makin tua ... dan kondisiku makin memburuk.
Tangtang
Ayo kembali saja ke Kampung Benteng, Paman Shang. Kakakku sudah tiada, tapi masih ada aku.
Tangtang
Kami menemukan bomnya. Sudah dijinakkan. Aku juga hancurkan semua yang di luar. Saatnya mengakhiri semua ini.
Tangtang
Kita tetaplah keluarga—
P
Paman Shang
Tentu saja. Aku sudah mengenalmu sejak kecil. Tapi kau tak lagi bersama Geng. Kau memilih mereka dan melawan kami.
P
Paman Shang
Kau menghabisi Ruan Yi. Sekarang mau menghabisiku juga. Bagus sekali!
P
Paman Shang
Kau tak berhak bicara soal Kampung Benteng!
Tangtang
Topeng Gelap adalah orang Kampung karena Ketua kalian menitahkan begitu!
Tangtang
Justru Ruan Yi-lah yang egois! Dia menyeret Kampung Benteng ke dalam perang demi dendamnya sendiri!
Tangtang
Kau bilang aku mengkhianati Kakak. Tapi apa dia sudah berlaku adil kepada Kampung Benteng? Kepada Geng? Atau ....
Tangtang
... kepadaku.
P
Paman Shang
Lalu kenapa kau malah di sini, Nona Adik?
Tangtang
Aku hanya ingin ... mengembalikan semuanya seperti dulu ....
P
Paman Shang
Bodoh! Kenapa Ruan Yi memilihmu jadi Ketua Kampung? Gadis bodoh, konyol sekali kau!
P
Paman Shang
Kau belum sadar juga?
P
Paman Shang
Sekarang sudah tak ada jalan untuk kembali, Nona Adik!
P
Paman Shang
Hebat! Anakku mengajarimu dengan baik.
P
Paman Shang
Sudahlah, Nona Adik .... Habisi saja aku .... Semoga aku bisa bertemu anakku di akhirat.
Tangtang
Bukan itu tujuanku kemari, Paman Shang.
Tangtang
Sebelum meninggal, kakakku memberiku tanduknya. Dia ingin aku membawanya ke Wuling dan cari cara untuk bertahan hidup.
Tangtang
Ya. Sejak dulu, dia memang begitu. Selalu memperlakukanku seperti anak kecil.
P
Paman Shang
... Sialan .... Kita semua siap perang, tapi justru dialah yang pertama angkat tangan. Kita jadi bahan tertawaan. Menyedihkan! Sangat memalukan!
Tangtang
Kembalilah kepada kami, Paman Shang.
P
Paman Shang
Sudahlah, biarkan air mengalir sesuai arusnya .... Tapi Qingbo dan Wuling masih terjebak dalam perseteruan lama dan baru. Ini baru akan berakhir kalau salah satunya sudah runtuh.
Tangtang
Musuh terbesar kita bukan di Wuling. Mereka ada di Kampung Benteng kita sendiri.
Tangtang
Paman Shang, kita harus bersatu dan mengusir kawanan breaker dari kampung kita. Sampai tak tersisa satu pun.
P
Paman Shang
Kata-kata bijak, tapi entah Nona Adik sudah memikirkan ini atau belum. Kami mungkin saja memberontak lagi setelah kawanan breaker itu pergi.
Tangtang
Aku tak khawatir soal itu!
P
Paman Shang
Hmph. Kekanak-kanakan sekali.
Tangtang
Memang kekanak-kanakan, tapi aku selalu menepati kata-kataku! Kalau ada yang coba-coba, akan kuhajar!
Tangtang
Kalau sekali belum cukup, akan kuhajar lagi.
Tangtang
Waktu kita ... masih banyak. Aku bisa terus berusaha sampai kau yakin.
Tangtang
Selama aku di sini, dan selama aku jadi Ketua kalian, tak ada yang bisa menghancurkan Kampung Bentengku!
P
Paman Shang
Kalau masalahnya tentang Landbreaker di Kampung Benteng, aku akan ikuti perintahmu.
P
Paman Shang
Tapi setelah itu .... Kau harus ingat kata-kata yang kauucapkan hari ini, apa pun yang terjadi.
P
Paman Shang
Nona Adik, apa itu benar-benar ... kata-kata terakhir Ruan Yi?
Tangtang
Mungkin semuanya menganggapku tak becus jadi Ketua, tapi aku tak akan menyerah begitu saja.
Tangtang
Aku tak butuh tanduk ini. Melihatnya, aku jadi rindu dia.
Tangtang
Aku tahu kau dan orang-orangmu sangat menghormatinya, Paman Shang. Jadi ... tanduknya ... boleh kausimpan saja.
Tangtang
Paman Shang ...?
P
Paman Shang
Aku tak mau menerima tanduk ini. Ambil saja lagi.
Tangtang
Apa pun yang akan terjadi .... Untuk sekarang, urusan ini selesai.
Tangtang
Ayo.
Tangtang
Kau dulu orang nomor dua di Kampung kita, tapi kau malah memecah belah Geng. Menurut aturan ... mestinya kau tak layak bersemayam di samping Mata Air Leluhur.
Tangtang
Tapi aku melanggar aturan dan diam-diam menguburmu di sini ... karena aku adikmu.
Tangtang
Anggaplah ini balasan karena memikirkan masa depanku ... bahkan pada detik-detik terakhirmu. Kau mengecewakan banyak orang ... kecuali aku.
Tangtang
Karena itulah, aku masih memanggilmu ... kakak.
Tangtang
Topeng Gelap, itu tadi jawaban darinya?
Endministrator
Iya.
Tangtang
Kaudengar ... apa yang dikatakannya?
Tangtang
Kak, aku tak lagi membencimu .... Tapi ... aku juga tak akan merindukanmu.
Tangtang
Pasti di sini tempatnya .... Pantas saja tak ada yang bisa menemukan tempat persembunyian mereka.
Tangtang
Kabutnya terlalu tebal. Kalau berjalan tanpa arah, bisa-bisa kita tersesat.
Tangtang
Kukira Kakak terus memperingatkanku demi “keselamatan”. Ternyata justru karena rahasia kecilnya.
Tangtang
Topeng Gelap, kau menemukan cara untuk masuk?
Tangtang
Bagus. Saatnya memulai pengejaran!
Tangtang
Jangan ragu-ragu. Kau takut?
Tangtang
Tugasku sebagai Ketua tak bisa kutinggalkan. Ada Geng yang harus kujaga. Jadi, tidak. Aku akan tetap di sini.
Tangtang
Selain itu, aku lahir dan besar di Kampung Benteng. Sepertinya aku tak bisa bertahan di tempat lain.
Endministrator
Teman biasanya sering bertemu dan saling berkunjung.
Tangtang
Pfft. Ketua bukan sahabatmu! Sopan sedikit, dong!
Endministrator
Oh. Kukira kita sudah berteman.
Tangtang
Aku Ketua Agungmu!
Tangtang
Ehem. Sekarang kita sudah tahu di mana mereka sembunyi, ayo bersiap dan kejar mereka!
Tangtang
Kau sudah siap? Saatnya pergi.
?
Bahan peledak ada di mana-mana. Semua itu menunjukkan betapa dalamnya kebencian orang Kampung Benteng Qingbo terhadap Wuling.
Tangtang
Bisa tunggu sebentar ... dan bantu aku?
Endministrator
Tentu saja. Ada apa?
Tangtang
Aku ingin mengubur tanduk kakakku di dekat Mata Air Leluhur. Bisa temani aku?
Endministrator
Tentu saja.
Tangtang
*Berdesah* ....
Tangtang
Sepertinya ada kabut tebal juga antara aku dan Kakakku.
Tangtang
Dia menyimpan rahasia dan tak pernah bercerita tentang apa pun .... Aku bersikap baik, jadi tak pernah bertanya.
Tangtang
Topeng Gelap, begitu kabutnya pudar .... Sial. Terserahlah. Aku tetap adiknya. Aku harus bisa menerimanya.
Endministrator
Tenang saja, Ketua. Aku akan menemanimu, apa pun yang kita temukan nanti.
?
Ukiran Kampung Benteng Qingbo pada aparatus Tianshi ini tampaknya ditambahkan belakangan. Setelah diperiksa lebih teliti, tulisan kecil itu berisi kata-kata ini: “Pembuat: Biro Tianshi Shangshu, Yan Besar”.
Tangtang
Kau ... dan balas dendammu! Cuma itu yang kaupedulikan!
Tangtang
Topeng Gelap, kalau Paman Shang juga benci breaker, mungkin kita bisa bicara dengannya.
Tangtang
Ada penjaga di depan. Pertarungan ini bakalan sengit.
Tangtang
Ada elevator di seberang. Bawa aku ke sana dulu.
Tangtang
Tidak! Tak bisa naik! Elevatornya mati total!
Tangtang
Berhasil! Sekarang giliranku mengangkatmu.
Tangtang
Cepat! Sebelum “santapan” mereka mulai dingin!
Tangtang
Tunggu sebentar ....
Tangtang
Mereka sudah menunggu kita! Di depan sana!
Tangtang
Sepertinya tak ada cara menghindari pertarungan besar ini.
W
Warga Kampung Benteng yang Marah
Ayo, Geng! Saatnya balaskan dendam Kakak!
Tangtang
Hati-hati! Beberapa dari mereka sembunyi di atas!
Tangtang
Berhenti sekarang juga! Mereka punya petarung kuat!
Endministrator
Aku menemukannya
Tangtang
Bagus. Aku ke sana sekarang!
Tangtang
Sudah kuduga! Kakakku selalu hati-hati. Di markas rahasianya pasti ada banyak rute kabur.
Endministrator
Ketua, jangan lupakan aku!
Tangtang
Periksa sekitar! Pasti ada jalur lain!
Tangtang
Hoo. Tempat ini sangat besar ... dan sangat dekat dengan rumah. Kenapa aku baru tahu sekarang?
Tangtang
Ketua macam apa aku ini?
Tangtang
Jalan turun tertutup. Kita harus cari cara untuk naik.
Tangtang
Kabutnya mulai pudar .... Kita sudah sampai.
Tangtang
Ck. Si pecundang itu mengambil satu-satunya rakit. Kita harus cari jalan lain.
Tangtang
Berlapis-lapis .... Pasti Kakak sendiri yang merancang tempat ini. Banyak sekali gerbangnya. Sangat rahasia. Persis seperti dia.
Tangtang
Topeng Gelap! Aku butuh bantuan! Kerat ini terkunci!